Dinas Kesehatan Diminta Gencarkan Pencegahan Penularan Penyakit Rubella
Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap agar penyakit Measles-Rubella tidak sampai masuk ke Kota Palangka Raya.
Tag
Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap agar penyakit Measles-Rubella tidak sampai masuk ke Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Apendi menyebutkan sampai dengan saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari sampel darah para korban campak klinis yang sudah dikirim ke Badan Litbang kesehatan Jakarta pada Senin (10/9/2018) lalu.
Berdasarkan laporan dari RSUD Muara Teweh kepada Dinas Kesehatan, sejauh ini ada tujuh kasus campak terjadi di Kabupaten Barito Utara.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kapuas Lawin mendukung upaya Dinas Kesehatan yang bergerak cepat menindaklanjuti kejadian luar biasa campak klinis.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) merespon cepat adanya penetapan Kejadian luar biasa (KLB) campak-rubella yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak di Kabupaten Kapuas. Adakah hubungannya antara angka cakupan imunisasi Measles dan Rubella (MR) dengan angka kesakitan terhadap penyakit tersebut?
Pihak Dinkes juga melakukan pelacakan kasus baru dan terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mengikutkan anaknya dalam program Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) yang saat ini masih berlangsung.
Plt Kepala Dinkes Kalteng, Yayu Indiryati mengatakan, tidak boleh sembarangan menetapkan status kesakitan penyakit/ Rubella misalnya, tanpa uji klinis atau hasil laboratorium yang dijamin akurasinya, agar tidak memberikan disinformasi kepada publik.
Dalam dua hari terakhir, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas menerima laporan ada 4 anak terserang campak dan rubella.
Kasus yang diduga terkait dengan penyakit Campak dan Rubella di Kapuas 2018 ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2017 lalu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap Campak dan Rubella, setelah 17 anak dilaporkan dalam sepekan diduga terserang penyakit tersebut.
Sejumlah anak-anak di Kasongan Kabupaten Katingan harus tergolek lemas karena terserang penyakit cacar. Penyakit cacar mulai menyerang sejumlah anak di Kasongan sejak beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Katingan, Robertus mengatakan belum ada kasus lonjakan penderita ISPA maupun muntaber.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Punding S Merang mengharapkan agar imunisasi MR (measles dan rubella) di wilayah ini harus mencapai target.
Kepala Dinas Kesehatan Gunung Mas (Gumas) Maria Efianti mengatakan, kampanye imunisasi MR (measles dan rubella) dilaksanakan dalam 2 tahap. Mengingat target sasaran imunisasi sangat banyak.
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Gunung Mas (Gumas) Ambo Jabar mengatakan, sasaran imunisasi campak dan rubella di kabupaten ini sebanyak 34.035 orang di 12 Kecamatan dan 17 puskesmas.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas menggelar Pertemuan Tatalaksana Penyakit Menular Yang Dapat Dicegah Melalui Imunisasi MR (Measles dan Rubella)
Dengan telah ditemukannya satu kasus Suspek Difteri di Muara Tewei maka Puskesmas setempat melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau pemberitan imunisasi di dua lokasi, yakni TK Perwanida dan kawasan di jalan Perwira RT 06 Kelurahan Melayu, Sabtu (12/5/2018).
Untuk penyembuhannya, penderita harus pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang maksimal agar sembuh. Selain itu kenakan pakaian yang tidak membuat iritasi pada kulit agar iritasi tersebut tidak menyebabkan infeksi.
Di sisi lain, penyakit tidak menular yang ada hubungannya dengan perilaku dan gaya hidup seperti penyakit degeneratif, tekanan darah tinggi (hipertensi) mulai meningkat. Bahkan menduduki urutan kedua dari 10 penyakit terbanyak