Gubernur Kalimantan Tengah Tinjau Pasien Kelainan Otak dan Tumor Leher Ganas
Gubernur menegaskan akan membantu pasien tersebut. Bahkan jika memungkinkan untuk dioperasi, semua akan dibantu pemerintah.
Tag
Gubernur menegaskan akan membantu pasien tersebut. Bahkan jika memungkinkan untuk dioperasi, semua akan dibantu pemerintah.
Jumlah pasien anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puruk Cahu mengalami peningkatan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.
Penyakit ini merupakan cacar yang disebabkan kontak cairan antara manusia dengan hewan, khususnya hewan pengerat seperti tikus.
Manajemen RSUD Kuala Kapuas melakukan penyuluhan kesehatan tentang penyakit stroke melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah, Kamis (25/4/2019).
Kini Titi Wati mengukur berat badan untuk ketiga kalinya, di bulan April ini. Pada penimbangan pertama lalu, berat Titi berkurang sebanyak 9 Kg.
Saat ini terjadi perubahan pola penyebaran nyamuk, sehingga peran masyarakat dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
Rinto, laki-laki 25 tahun yang menderita sakit berlubang di bagian bokong dan kedua mata kaki kini menjalani perawatan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
"Saya ingin sekolah kalau ibu sudah bisa duduk dan berjalan dengan normal," kata Herlina, anak Titi Wati, saat ditemui di kediamannya, Rabu (6/2/2019).
Theodorus menjelaskan, tidak lancarnya BAB tersebut bukanlah hal yang mengkhawatirkan.
Banyaknya bakteri dan virus yang dengan mudah bersarang di tempat-tempat kotor akan menimbulkan penyakit yang membahayakan kesehatan manusia yang tinggal di sekitarnya
Membuang sampah di jalanan secara sembarangan atau membuang sampah di sungai sudah bukan hal awam bagi masyarakat Kota Palangka Raya
Dokter Umum RSUD Kapuas dr Sustika saat memberikan penyuluhan tentang penyakit demam tifoid, menjelaskan bahwa ini merupakan jenis penyakit sistemik yang ditandai demam dan nyeri perut disebabkan penyebaran kuman Salmonella Typhi dan Salmonella Paratyphi.
Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Yayuk Indriaty mengatakan kasur khusus dengan tirah baring lama atau yang biasa disebut matras decubitus tersebut, digunakan untuk mencegah terjadinya lecet atau luka pada tubuh Titi Wati.
"Kalau kemarin pasien baru bisa minum. Sekarang sudah bisa makan makanan tertentu dengan pendampingan ahli gizi," kata Cipta, Kamis, (17/1/2019).
Titi Wati telah dievakuasi menuju ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa (15/1/2019) sekitar pukul 07.00 tadi pagi.
Titi Wati (37) menyatakan siap untuk menjalani operasi bariatrik. Perempuan yang memiliki berat badan 220 kilogram itu masih menjalani perawatan di kamar E-25, ruang Edelweis, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
Titi juga sudah mulai menunjukkan perubahan. Selain bisa duduk meski hanya sebentar, dia bisa terlentang dalam waktu cukup lama.
Titi dievakuasi dari rumah kontrakannya, Jalan G Obos XXV. Proses evakuasi melibatkan puluhan orang.
Pasien dengan dua jenis penyakit tersebut mayoritas dialami anak-anak dan sebagian orang dewasa
Penyakit tidak menular bisa dihindari atau dicegah dengan pola hidup sehat dan rutin melakukan olahraga