Dinas Perikanan Ajak Masyarakat Palangka Raya Kelola Hasil Perikanan
Sebagai langkah untuk mendukung hal tersebut dinas perikanan terus melakukan kegiatan kegiatan pelatihan masyarakat
Tag
Sebagai langkah untuk mendukung hal tersebut dinas perikanan terus melakukan kegiatan kegiatan pelatihan masyarakat
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Yomin Tofri mendata, dari kelima subsektor, nilai tukar petani tertinggi ternyatb berasal dari perikanan yakni 110,16%.
Wakil ketua Komisi B DPRD provinsi Kalteng M Asera menilai hingga kini keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau masih belum maksimal.
Potensi yang luar biasa disektor perikanan yang dimiliki Seruyan sudah sangat dikenal. Karena itu pengembangannya agar lebih ditingkatkan.
Masfuatun menjelaskan besarnya potensi pertanian hingga perikanan, atau perkebunan yang dimiliki Kabupaten Seruyan.
Namun target tersebut tergantung iklim dan cuaca, karena biasanya kalau air pasang atau banjir hasil tangkapan menurun, sebaliknya jika surut hasil tangkapan berlimpah
Target produksi perikanan pada 2018 sebanyak 14.733, 30 ton dan realisasinya 14.735,19 ton atau 100,01 persen
"Untuk wilayah Sukamara sekitar 10 kelompok, dan wilayah Muntai sekitar 6 kelompok," katb Kepala Dinas Perikanan Sukamara, Yofi Yudistira, Kamis (17/1/2019).
"Untuk tahun ini, kita akan kembangkan pembudidaya ikan kolam. Kelompok-kelompok ini kita intensifkan pembinaannya," kata Kepala Dinas Perikanan Sukamara, Yofi Yudistira, Kamis (17/1/2019).
Wilayah pesisir laut seperi Kecamatan Kapuas Kuala berpotensi untuk pembudidayaan dengan cara tambak, karena berbagai jenis ikan bisa dikembangkan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera mengembangkan proyek rumah pelet ikan berbahan ramah lingkungan.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kapuat Suwanto E Sumen menginginkan pengembangan budidaya perikanan terus dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga produksi dapat terus meningkat setiap tahunnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada hari Selasa (13/11/2018) meluncurkan produk Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil.
Produksi ikan tangkap di perairan sungai di Kota Palangka Raya mencapai 401,60 ton. Jumlah ini merupakan total pada triwulan III yakni Juli, Agustus dan September 2018.
Hal tersebut berkaitan dengan keperluan SDM handal di bidang perikanan dan pariwisata. Sebab, dua sektor ini berpotensi besar dikembangkan.
Nelayan yang mendapatkan ikan Pipih dan masuk kategori untuk dipertandingkan, diminta jangan langsung menjual. Ikan itu bisa dipelihara terlebih dahulu, untuk mengikuti Kontes Indukan Ikan Balida 2019.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto meminta pemerintah kota (Pemko) agar memfasilitasi pemasaran produk hasil usaha perikanan.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto meminta agar pemerintah kota (Pemko) harus bisa mengembangkan sektor perikanan.
Pada tahun lalu, target produksi perikanan 14.444,41 ton dan terealisasi 105%.
Biaya perawatan yang tinggi membuat harga ikan dari pembudidaya lokal kalah bersaing dengan yang didatangkan dari luar daerah.