Sosialisasikan Dampak Negatif Pernikahan Dini
Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan Ensilawatika Wijaya meminta pemkab melalui instansi terkait menyosialisasikan dampak negatif pernikahan dini.
Tag
Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan Ensilawatika Wijaya meminta pemkab melalui instansi terkait menyosialisasikan dampak negatif pernikahan dini.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) serius menyikapi permasalahan stunting atau bertubuh pendek dan pernikahan dini.
Pernikahan dini memang sering terjadi di daerah ini. Hal itupun berdampak pada psikologi pasutri. Apalagi, kebanyakan pelaku pernikahan dini belum siap untuk melangsungkan rumah tangga. Sehingga tidak jarang ada hal yang bisa berujung kasus KDRT.
Anggota Komisi C DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Duwel Rawing, meminta masyarakat turut berperan dalam menekan angka pernikahan dini.
Salah satunya dari sisi kesehatan, merujuk hasil penelitian UNICEF, perempuan yang melahirkan pada usia 10 - 14 tahun berisiko lima kali lipat meninggal saat hamil maupun bersalin, dibandingkan kelompok usia 20 - 24 tahun.
Perkawinan anak usia dini harus dicegah, karena akan menimbulkan dampak kurang baik bagi masa depannya
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunung Mas Isaskar, mengingatkan masyarakat supaya menunda usia perkawinan.
Angka perkawinan usia anak di kabupaten bermoto Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini lebih dari 6.000 pasangan.
Pernikahan usia anak berdampak kurang baik, misalnya anak akan putus sekolah, kurang matang berumah tangga dan dampak lainnya.
Pernikahan usia dini hanya akan mewariskan kemiskinan. Untuk itu harus bersama-sama mencegah perkawina usia dini.
Perkawinan pada usia anak dinilai akan memicu risiko terganggunya kesehatan ibu dan anak.
Data yang diperoleh sekitar 2016 lalu saja, angka perkawinan usia anak di Gunung Mas mencapai 6.663 pasangan.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah mengusulkan rancangan peraturan daerah terkait pencegahan perkawinan usia dini. Seperti apa?
BORNEONEWS, Kuala Kurun- Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Budhy menyampaikan, berdasarkan hasil pendataan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada 2015 lalu, didapati…
BORNEONEWS, Kuala Kurun - Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kabupaten Gunung Mas pada 2015 lalu, ditemukan lebih dari 6.000 pasangan…
BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua PGRI Kota Palangka Raya Ernawati mendapati data bahwa Kalimantan Tengah urutan ketiga penikahan usia dini setelah Jawa Barat (Jabar) dan Kalimantan Barat (Kalbar).…
BORNEONEWS, Palangka Raya - BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis karena di provinsi ini menempati urutan ketiga penikahan usia dini setelah Jawa Barat (Jabar) dan Kalimantan Barat…
BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palangka Raya, Ernawati mengaku prihatin dengan data yang baru saja didapat dari lokakarya mini kampung KB di kantor…
BORNEONEWS, Buntok – Anggota DPRD Barito Selatan, James Janjam mengharapkan pemerintah melalui instansi terkait agar mensosialisasikan dampak negatif pernikahan dini. “Karena dampak negatif dari…
BORNEONEWS, Puruk Cahu - Bupati Perdie M Yoseph mengaku prihatin dengan kondisi banyaknya anak yang menikah di usia muda. "Saya prihatin masih ada yang nikah muda. Kondisi ni tentu menjadi perhatian…