Dewan Sepakat PTM di Palangka Raya Dibuka Bertahap
Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya M Hasan Busyairi sepakat dengan kebijakan Wali Kota untuk membuka secara bertahap Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Tag
Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya M Hasan Busyairi sepakat dengan kebijakan Wali Kota untuk membuka secara bertahap Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Setelah 1,5 tahun upacara Senin berlangsung secara daring karena pandemi Covid-19, akhirnya pada Senin, 4 Oktober 2021 digelar di halaman sekolah. Tentu dengan jumlah peserta yang terbatas. Hanya kurang lebih 60 siswa yang dihadirkan. Selebihnya tetap masih mengikuti upacara secara daring dari rumah masing-masing. Ini merupakan rangkaian dari persiapan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM Terbatas.
Diharapkan?gelaran PTM terbatas harus benar-benar dikaji dan disipkan secara matang. Karena, para pelajar tingkat SD ini masih di bawah perhatian orang tua untuk penerapan protokol kesehatannya
SOP tersebut harus mengatur secara jelas ketentuan apa saja yang harus benar-benar dijalankan saat PTM mulai diberlakukan oleh masing-masing satuan pendidikan
Fasilitas penunjang untuk protokol kesehatan ini dinilai penting untuk menunjuk suksesnya pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan akan dimulai pada awal Oktober 2021
Pengawas Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kapuas, Arbainsyah mengatakan vaksinasi dilaksanakan sebagai syarat utama pendidik, tanaga kependidikan dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) harus di vaksin, karenanya kita laksanakan vaksinasi masal ini
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar*?masih melakukan pembahasan terkait rencana atau jadwal dimulainya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, untuk pelajar tingkat sekolah dasar (SD) sederajat.
Melihat terus menurunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), maka tim Satgas Covid-19 Kobar dapat mulai merekomendasikan kelonggaran kegiatan. Salah satunya adalah berani mengeluarkan ijin untuk kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).?
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Hj Siti Nafsiah berharap konsep dalam gelaran PTM di masa pandemi Covid-19 tidak membebani peserta didik.
Psikolog anak Seto Mulyadi mengingatkan menjaga psikologis anak saat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas sangat penting dilakukan terutama di masa pandemi COVID-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi mengaku, belum mengeluarkan edaran baru terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas setelah masa percobaan berlalu dari 30 Agustus- 6 September 2021.?
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pihaknya akan segera membahas mengenai pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi anak sekolah.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas telah melaksanakan rapat koordinasi bersama kepala madrasah negeri dan pimpinan pondok pesantren terkait Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di wilayah Kabupaten Kapuas.
Beberapa daerah yang ada di Kalteng kini sudah ada yang mulai kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).
Gubernur mengungkapkan?berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19 Kabupaten dan Kota selama pemberlakuan pembelajaran secara daring ada begitu banyak pelajar yang lebih memilih menikah dini, dan itu didominasi oleh pelajar perempuan
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu dibangun kerja sama yang baik antara guru dan pengelola sekolah dengan para orang tua murid agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada masa pandemi berjalan baik.
BORNEONEWS, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta sekolah yang mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama melakukan berbagai evaluasi agar ada perbaikan ke depannya. "Evaluasi…
Pemko Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan kembali memperpanjang penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Seiring meningkatnya jumlah kasus Covid-19 khususnya di Kota Palangka Raya membuat pemerintah setempat mengambil kebijakan untuk menunda kembali pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Dia berharap?meski?PTM digelar masih dalam masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, penyebaran Covid-19 didunia pendidikan tidak terjadi. Asalkan, semuanya bisa bekerja sama