Warga Habeahan Didorong Mandiri Kelola Pupuk Organik dari Alam Sekitar
"Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemandirian petani dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,"
Tag
"Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemandirian petani dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,"
Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau terus melakukan upaya agar para petani tanaman pangan untuk menggunakan pupuk organik dalam bertani, sehingga hasil panennya nanti benar-benar aman untuk dikonsumsi.
Di tengah maraknya penggunaan pupuk kimia yang dapat berdampak negatif pada lingkungan, Desa Tuwung di Kabupaten Pulang Pisau memperkenalkan solusi inovatif berupa pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari tanaman purun. Tanaman rawa yang melimpah di desa ini, ternyata memiliki potensi besar sebagai sumber bahan baku POC yang ramah lingkungan.
Pemanfaatan tandan kosong atau tankos sawit melalui proses karbonasi menjadi pupuk organik dijalankan mulai dari Kalimantan Tengah sebagai pilot project.
Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University Prof Dr Herdhata Agusta memaparkan keunggulan pupuk organik berbahan tandan kosong atau Tankos kelapa sawit. Prof Herdhata mengatakan bahwa dalam setiap ton tandan kosong kelapa sawit mengandung unsur hara N 1,5 persen, P 0,5 persen, K 7,3 persen dan Mg 0,9 persen.
Universitas Palangka Raya atau UPR mengadakan Pelatihan Bio-Konversi Sampah Sisa Panen menjadi Pupuk Organik pada budidaya tanaman obat dengan memanfaatkan larva lalat BSF.
Ketua Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara, Profesor Rahmawaty membeberkan beberapa keunggulan dari pupuk cair organik kepada Kelompok Tani Pondok Miri Asri, Desa Sei Semayang, Sunggal, Deli Serdang.
Dalam pembuatan pupuk organik masyarakat dapat menggunakan sampah organik dari limbah rumah tangga. Hal ini merupakan salah satu yang menjadi topik transfer ilmu dari tiga profesor Universitas Sumatera Utara kepada Kelompok Tani Pondok Miri Asri, Desa Sei Semayang, Sunggal, Deli Serdang.
Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur menggelar pelatihan tematik pembuatan pupuk organik, Kamis, 19 Mei 2022.
Babinsa Sungai Pakit Serda Ardiana, Anggota Koramil 1014 - 05/Pangkalan Banteng, melakukan pendampingan dalam pembuatan pupuk organik, melalui pemanfaatan kotoran tenak berupa srintil atau kotoran kambing secara manual.
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyatakan, pemerintah perlu membuat unit pengolah pupuk organik atau disingkat UPPO di setiap kecamatan, dalam rangka meningkatkan produksi pangan yang lebih berkelanjutan.
Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan akan merusak masa kesuburan tanah. Tetapi, penggunaan pupuk organik disebut mampu mengembalikan unsur hara pada tanah.
Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery meminta agar para petani di Kota Cantik menggunakan pupuk organik untuk melakukan aktivitas pertaniannya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas, Kardinal, mengimbau para petani menggunakan pupuk organik agar hasil panen benar-benar aman dikonsumsi.
Harapannya, para petani di Kotim tertarik menggunakan cara tersebut. Sehingga pangan yang dihasilkan juga semakin berkualitas dan masyarakat yang mengonsumsinya juga lebih terjaga kesehatannya.
Menggunakan pupok organik ini banyak manfaatnya, karena bisa membawa ksuburan tanah
Pupuk yang akan diproduksi nanti cukup mudah dipasarkan di Kapuas yang telah memiliki lahan pertanian yang cukup luas, sehingga pasti memerlukan pupuk
BORNEONEWS, Surabaya - Pupuk organik sudah terbukti meningkatkan produksi padi. Paling tidak itu sudah dibuktikan Sanuri, Sekretaris Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa…