Buaya di Desa Sungai Paring Sempat 2 Kali Serang Korban
Saat itu ia mengambil wudhu di lanting samping rumahnya
Tag
Saat itu ia mengambil wudhu di lanting samping rumahnya
Kepala Desa Sungai Paring, M Usuf sendiri tidak mengetahui secara persis apa penyebab buaya tersebut sampai mengganas
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit akan mendatangi lokasi sambaran buaya di Sungai Cempaga, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Keganasan buaya di Sungai Cempaga, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menghantui warga.
Isal (60), korban serangan buaya di tepi Sungai Mentaya, Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim*?mengalami luka di bagian paha kanan.
Isal (60), warga Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)?yang menjadi korban serangan buaya mengaku sempat tidak tidak tahu dan merasa terluka.
Seorang pria warga Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi korban sambaran buaya saat berwudhu di Sungai Mentaya, Senin, 31 Mei 2021
Seorang warga Desa Panca Jaya, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan diserang buaya saat membersihkan kebun.
Anggota kepolisian dan TNI di Desa Paduran Sebangau, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau memasang spanduk larangan aktivitas warga di sungai pasca ada warga dimangsa buaya.
Dalam sepekan terakhir, serangan buaya di Kabupaten Kotawaringin Timur semakin mengganas. Bahkan sampai mengakibatkan korban putus tangan dan patah tulang.
Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya atau anak sungai diminta agar tidak membuang sampah dan memelihara ternak di tepi sungai. Pasalnya, hal itu?dapat mengundang kedatangan buaya.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kotawaringin Timur, M Abadi mendorong agar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pemkab bisa mencari solusi untuk penanganan buaya pemangsa yang berkeliaran bebas di perairan Mentaya.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mencatat selama 2020 ada 11 insiden serangan buaya terhadap manusia.
Periode Oktober 2020 hingga?Maret 2021 disebutkan?masa kawin dan bertelur buaya. Hal tersebut diduga faktor penyebab hewan tersebut mengganas yang bahkan menyerang manusia.
Hanya selang beberapa hari 2 warga jadi korban keganasan Buaya di Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur yakni seorang bocah di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau yang masih berumur 10 tahun dan nenek Bahriah (74) di Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim.
Keluarga korban serangan buaya yakni seorang nenek bernama Bahriah (74), warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)?minta perhatian dan bantuan pengobatan dari pemerintah.?
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit memberikan bantuan pengobatan terhadap remaja 16 tahun yang menjadi korban serangan buaya di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, M Abadi menyebutkan kasus keganasan serangan buaya terhadap manusia sejauh ini belum ada solusi.?
Kepala Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muksin, mengatakan bahwa terjadinya serangan buaya terhadap warganya, kemungkinan besar akibat habitat hewan tersebut sudah terganggu.?
BORNEONEWS, Sampit - Saat ini mayoritas warga Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bekerja mencari ikan dan kerang. Namun pekerjaan yang mereka lakukan selama…