Cegah Stunting Balita, Koramil 1013-01 Gunung Timang Beri Bantuan Sembako
Bantuan sembako ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam mendukung program pemerintah dalam menuntaskan kasus anak yang beresiko Stunting.
Tag
Bantuan sembako ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam mendukung program pemerintah dalam menuntaskan kasus anak yang beresiko Stunting.
Kelurahan Petuk Ketimpun bersama UPT Puskesmas Jekan Raya melakukan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kegiatan ini dibuka oleh Ketua TP PKK Kota Palangka Raya Avina Fairid Naparin di SDN 3 Petuk Katimpun, Minggu, 24 Juli 2022.
Lima Pilar Pencegahan Stunting tersebut merujuk pada Keputusan Wakil Presiden pada Rapat Tingkat Menteri tentang stunting pada 9 Agustus 2017.?
Pada area sistem pelayanan kesehatan dan manajemen pendampingan keluarga audit stunting dilakukan secara berjenjang dan berlapis. Masalah dan kendala yang dihadapi di tingkat kelurahan dilakukan audit kasus melalui rembuk stunting.
Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang sedang dihadapi Indonesia. Hal ini menjadi penting karena menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara harapkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sukamara dapat membantu dalam target menurunkan angka stunting di Bumi Gawi Barinjam.
Sosialisasi percepatan penurunan stunting tingkat nasional telah digelar di Aula Bappeda Kapuas. Dalam kegiatan itu,?Sekretaris daerah (Sekda) Kapuas Septedy mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan momentum yang tepat untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang target penurunan stunting menjadi 14 persen dan target penurunan stunting di Kabupaten Kapuas 14.29 persen pada tahun 2024.
?Berdasarkan studi status gizi indonesia (SSGI) tahun 2021, Kabupaten Murung Raya (Mura) prevalensi balita stunting berada pada urutan ke-4 tertinggi di Kalimantan Tengah yaitu sebesar 31,8 persen. Sementara, berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2021 keluarga beresiko stunting di Kabupaten Murung Raya juga sangat tinggi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) meningkatkan partisipasi dalam penanganan masalah stunting (gagal tumbuh).
Untuk mencapai target tersebut tentunya perlu kerja keras bagi seluruh pihak. Bukan hanya pemerintah daerah saja, namun juga instansi vertikal dan tentunya orang tua.?
Guna menghindari timbulnya kasus stunting baru di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini, pemerintah daerah telah membangun 33 dapur sehat di kampung keluarga berkualitas (KB).?
Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau berkomitmen turut menurunkan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau.?Untuk mewujudkan itu, Dinkes mendukung pencanangan dapur sehat atasi stunting (Dahsat) di kampung keluarga berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui?Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan?Keluarga Berencana (P3A-P2KB) Kobar, sedang berupaya menurunkan angka stunting.
Ketua TP-PKK Kalimantan Tengah (Kalteng), Ivo Sugianto Sabran berkomitmen akan terus menekan angka stunting di Provinsi Kalteng.
Muhadjir Effendy menyinggung terkait Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi diantara pemangku kepentingan.
Dalam kunjungan ke keluarga berisiko stunting tersebut, selain memberikan makanan pendamping TP-PKK Lamandau juga memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mencegah stunting.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat belum lama ini mengikuti Apel Siaga Nasional Tim Pendampingan Keluarga.
Dengan kualitas dan kemampuan individu yang rendah akan berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing anak anak bangsa sebagai sumber daya yang diandalkan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng, Katma F Dirun mengatakan, kasus stunting di Kalteng hingga saat ini masih tergolong tinggi.
Dalam laporannya Deputi APDIN BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan apel siaga ini untuk menumbuhkan semangat pada pendamping khususnya pada pendamping keluarga.