Menggoda Lewat Rasa, Taktik Jitu Jeratan Candu
Produk tembakau semakin berkembang dan telah memiliki bermacam wujud, seperti rokok, tembakau tanpa asap, rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan jenis lainnya.
Tag
Produk tembakau semakin berkembang dan telah memiliki bermacam wujud, seperti rokok, tembakau tanpa asap, rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan jenis lainnya.
Rokok dan tembakau menyumbangkan angka inflasi tertinggi bagi Kalimantan Tengah di Juni 2024 pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Pada April 2024 Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi y-on-y sebesar 5,92 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 104,81 pada April 2023 menjadi 111,01 pada April 2024.
Pelaku seni dan budaya meminta pemerintah agar mengkaji ulang serta tidak terburu-buru dalam mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesehatan yang merupakan aturan pelaksana Undang-Undang (UU) Kesehatan.
Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah menilai pasal-pasal terkait tembakau harus dipisahkan dari Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesehatan.
Akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. drg. Amaliya, M.Sc., menjelaskan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, dan kantong nikotin, memiliki peran potensial dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaannya.
Dokter spesialis paru, dr Yahya Sp.P, mengatakan produk tembakau alternatif berbeda dengan rokok konvensional karena hanya menghasilkan uap air atau aerosol.
Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan mengatakan, anggapan bahwa produk tembakau alternatif berbahaya bagi lingkungan itu tidak tepat.
Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menilai bervariasinya produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang beredar di pasar, perlu dibarengi dengan aturan yang sesuai sebab masing-masing produk HPTL memiliki profil risiko yang berbeda-beda.
Asosiasi Pengusaha Penghantar Nikotin Indonesia (Appnindo) berharap tarif cukai hasil tembakau atau CHT, terutama untuk hasil produk tembakau lainnya (HPTL), tak naik tahun depan mengingat kondisi industri yang masih lesu akibat pandemi COVID-19.
Kementerian Pertanian mengusulkan kepada kementerian terkait agar wacana revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau, dipertimbangkan kembali.
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan bahwa revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, tidak tepat apabila dilakukan saat pandemi COVID-19 masih berlangsung di Indonesia.
Potensi produk tembakau selain rokok cukup besar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, kata pengamat ekonomi pertanian Institut Pertanian Bogor Prima Gandhi.
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada, Satria Aji Imawan menilai perlu kajian ilmiah yang komprehensif sebagai dasar pembuatan regulasi untuk produk tembakau alternatif.
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menolak keras rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2021, namun apabila terpaksa dilakukan kenaikan tarifnya harus wajar.
Penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) seharusnya lebih fokus untuk petani dan buruh tembakau, kata Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTTC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) Retno Rusdjijati.
Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa jatuhnya harga tembakau saat ini dipengaruhi dari keputusan Kementerian Keuangan yang menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 23 persen per 1 Januari 2020.
Kalangan pelaku industri hasil tembakau (IHT) mengharapkan pemerintah tidak menaikkan cukai tembakau pada 2021 mengingat sektor industri tersebut saat ini?terdampak pandemi COVID-19.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kinerja industri rokok dan tembakau tak terpengaruh oleh pandemi corona. Ia mencatat, berdasarkan data per 17 Juni 2020, pertumbuhan industri ini justru meningkat mencapai 46 persen secara year to date.
BANJARBARU - Penyalahgunaan narkoba berbahan organik yang dioplos dengan zat kimia saat ini sedang digandrungi generasi muda Provinsi Kalsel, khususnya Kota Banjarbaru. Pasalnya, narkoba jenis baru…