Pemkab Gunung Mas Serahkan Bantuan untuk Tiwah Massal di Rangan Tate
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memberikan bantuan pada tiwah massal di Desa Rangan Tate Kecamatan Mihing Raya.
Tag
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memberikan bantuan pada tiwah massal di Desa Rangan Tate Kecamatan Mihing Raya.
Tiwah massal yang dilaksanakan di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas masuk dalam agenda tabuh pertama, Sabtu, 8 Juni 2024.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati meminta pemda agar dapat mendukung anggaran untuk pelaksanaan kegiatan keagamaan umat Hindu Kaharingan yakni tiwah massal.
Seluruh masyarakat harus menjaga keamanan dan ketertiban saat pelaksanaan tiwah massal
Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia LP Umbing menyalurkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas untuk pelaksanaan Tiwah Massal di Desa Jalemu Raya, Kecamatan Rungan Barat, Rabu, 11 September 2019.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah Guntur Talajan menyerahkan laluh basir secara simbolis delapan basir yang selama satu bulan memimpin pelaksanaan ritual tiwah massal di Palangka Raya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melunasi laluh basir atau upah basir--tetua pendoa roh yang ditiwahkan--di ritual tiwah massal Palangka Raya.
Warga Desa Talian Kereng Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan menggelar ritual adat tiwah masaal Hindu Kaharingan.
Ketua Majelis Besar Hindu Kaharingan (MBHK) Kota Palangka Raya Parada Lewis KDR mengatakan, ritual Tiwah merupakan ritual adat Dayak, khususnya umat kepercayaan Hindu Kaharingan sejak ratusan tahun silam.
Ritual Tiwah memiliki nilai religius dan sakral bagi masyarakat Dayak, terutama bagi penganut agama Hindu Kaharingan di Provinsi Kalimantan Tengah.
Prosesi upacara Tiwah, menurut kepercayaan Hindu Kaharingan, bertujuan sebagai ritual untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah roh orang yang sudah meninggal menuju Lewu Tatau (Surga). Tapi selain itu, untuk masyarakat Dayak pada umumnya, upacara Tiwah juga dimaksudkan untuk membuang sial.
ritual Tiwah bertujuan sebagai ritual untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah roh orang yang sudah meninggal menuju Lewu Tatau (Surga)
Tiwah Massal yang dilakukan di Palangka Raya sudah dimulai sejak 2 November lalu. Namun prosesi ritualnya sendiri baru akan dimulai seminggu lagi.
Ada beberapa pantangan yang harus diperhatikan sebelum memasuki areal pelaksanaan Tiwah. Perilaku juga harus dijaga saat datang ke areal pelaksanaan tiwah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Majelis Besar Hindu Kaharingan menggelar prosesi tiwah massal di Kota Palangka Raya.
Ritual tiwah massal yang digelar di Kota Palangka Raya ternyata tidak hanya diikuti peserta dari ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, tetapi juga dari kabupaten.
Ritual tiwah massal yang digelar di Kota Palangka Raya ternyata tidak hanya diikuti peserta dari ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah saja, tetapi juga dari kabupaten lain.
Sebanyak 11 sapundu dibuat untuk prosesi Tiwah Massal Palangka Raya. Artinya ada 11 juga hewan yang akan dikorbankan.
Tahapan tiwah sendiri menurutnya sudah dimulai sejak 2 November kemarin, diawali dengan pendirian balai yang dilanjutkan dengan baramu atau menyediakan perlengkapan tiwah.
Tiwah, menurut Guntur, merupakan upacara kematian tingkat terakhir. Dan bagi suku Dayak, kematian perlu disempurnakan dengan ritual lanjutan agar roh dapat hidup tenteram bersama Ranying Hatalla.