Aremania Tabur Bunga di Depan Patung Singa Stadion Kanjuruhan Malang
Aksi tersebut dilakukan, lanjut dia, karena kesedihan Aremania atas berpulangnya rekan mereka karena tragedi tadi malam.
Tag
Aksi tersebut dilakukan, lanjut dia, karena kesedihan Aremania atas berpulangnya rekan mereka karena tragedi tadi malam.
Asrorun Niam mendoakan korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.
DUNIA sepak bola Indonesia berduka cita. Kompetisi Liga 1 yang mempertandingkan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (1/10) berakhir menjadi tragedi.?
Amali berharap dilakukan evaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepak bola, baik kompetisi maupun turnamen agar tragedi di Kanjuruhan tidak terulang lagi.
Meskipun kecewa ketika tim jagoannya kalah dalam pertandingan, sebagai suporter harus bijak. Selain itu, setiap datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan sepak bola pihaknya selalu mewanti-wanti rekan-rekannya agar saling memperhatikan dan tidak mudah terprovokasi.
Menpora Amali juga meminta suporter olahraga untuk sportif menerima apa pun hasil pertandingan. Menang atau kalah menjadi hal biasa dalam sebuah pertandingan sepak bola atau olahraga apa pun.
Muhadjir mengatakan, hingga saat ini ada kurang lebih 19 jenazah yang masih belum teridentifikasi dan berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang. Sementara untuk jenazah lainnya, sudah diambil oleh masing-masing keluarga.
Dalam keterangan tertulisnya, Edi mengatakan Propam Polri juga perlu menyelidiki apakah fungsi intelijen Polri sudah dijalankan dengan baik atau tidak sehingga tragedi itu sama sekali tidak terdeteksi.
Sekretaris Jenderal Red Gank Zadat di Makassar, Minggu, mengatakan kejadian memilukan itu sudah menjadi sorotan internasional yang tentunya ikut menjadi perhatian federasi sepakbola bola dunia FIFA.
Dedi mengatakan sesuai instruksi Presiden, Polri bergerak cepat menangani kerusuhan pendukung pertandingan sepak bola antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyebut peristiwa ini menjadi catatan kelam sepakbola nasional. Ia sangat berdukacita atas peristiwa tersebut dan meminta semua stakeholder sepakbola nasional melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Komnas HAM menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas tragedi yang terjadi usai pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan?Persebayb?Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Apabila pertandingan itu dihentikan, lanjut AQ, maka jangka waktunya bukan satu pekan, akan tetapi harus menunggu sampai ada langkah dan keterangan dari FIFA.
Tragedi kedua terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) malam, usai pertandingan antara tuan rumah Arema FC yang kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3.
CGTN, media penyiaran televisi China berjaringan internasional, pada Minggu pagi menurunkan laporan soal kerusuhan itu.
Jumlah kematian akibat kerusuhan tersebut termasuk deretan tertinggi di dunia dari sejumlah kerusuhan yang pernah terjadi, belum terhitung korban luka-luka.
Anak-anak yang menjadi korban dalam tragedi ini kebanyakan berusia antara 12 tahun hingga 17 tahun.
Dede Nasrullah di Surabaya, Minggu, mengatakan gas air mata mengandung tiga kumpulan bahan kimia, salah satunya yang sering digunakan adalah?chloroacetophenone?yang disingkat dengan CN dan?chlorobenzylidenemalononitrile?yang disingkat CS.
Atas kerusuhan tersebut, sedikitnya ada 127 orang meninggal dunia dan masih banyak lagi yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Malang.
Peristiwa terjadi saat sekelompok suporter Arema FC, Aremania, terlibat bentrok dengan aparat usai tim kesayangannya dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.