Meski Listrik Padam, UNBK tetap Lanjut
Sejumlah sekolah yang melaksanakan UNBK telah menyiapkan genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik.
Tag
Sejumlah sekolah yang melaksanakan UNBK telah menyiapkan genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik.
Dinas Pendidikan Kalteng menerapkan standarisasi berlevel nasional dengan melibatkan lembaga kredibel dalam hal sertifikasi.
Dengan adanya evaluasi tersebut, ke depan kekurang yang terjadi saat ini dapat diperbaiki. Sehingga pelaksanaan UNBK di depan bisa semakin baik.
UNBK SMK akan berlangsung selama empat hari, 2-5 April 2018.
Tingkat sekolah menengah sudah diwajibkan melasanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer tahun ini.
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1 Sukamara sempat terhenti disebabkan mesin PLN yang tiba-tiba mengalami gangguan, sehingga menyabakan pemadaman total.
Sejumlah siswa SMKN 1 Mentaya Hulu rela menginap di Balai Pelatihan Guru (PLG) di Sampit agar mereka bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar di Sampit.
Bagi yang lulus ujian disarankan agar melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukamara Ilham Massora mengatakan, sebanyak 3 SMK di Sukamara melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) diikuti 226 siswa.
Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadj mengharapkan agar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang tengah mengikuti ujian akhir bisa lulus 100%.
Kepala SMK Negeri 1 Sukamara Sarce Sisyoan mengatakan, pihaknya saat ini kekurangan pasokan listrik cadangan atau Genset untuk mengantisipasi apabila terjadinya pemadaman saat pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tengah berlangsung.
Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini belum ada laporan kendala dan gangguan.
Sebanyak 77 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negerj 1 Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK)
Empat siswa tersebut adalah Andik Prasetyo, Agung Prandika, Andrian Pangestu dan Tomi Firmansyah. Siswa kelas XI atau kelas 2 SMK tersebut bersama dua gurunya, Cecilia Dian Ayu dan Sugianto, memang bertugas sebagai teknisi backup genset selama UNBK berlangsung.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sukamara Sarce Sisyoan mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Kamputer (UNBK) disekolahnya diikuti 181 siswa yang terdiri dari empat jurusan.
Karena pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat memerlukan tenaga listrik untuk menjalankan komputer, PLN Rayon Pangkalan Bun juga turut menyiagakan teknisinya untuk mencegah dan menanggulangi kendala kelistrikan.
Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
PLN Sukamara tidak dapat melakukan back up genset karena keterbatasan jumlah genset yang dimiliki.
UNBK tingkat SMK berlangsung selama empat hari dengan mengujikan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan teori kejuruan.
Sebanyak 2.189 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).