Erick Thohir: G42 Akan Kirim 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Kuartal III 2021
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dalam MoU dengan G42, antara Kimia Farma dan Indofarma akan berbagi tugas.
Tag
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dalam MoU dengan G42, antara Kimia Farma dan Indofarma akan berbagi tugas.
TEMPO.CO, Jakarta - Bio Farma akan menerima bulk atau konsentrat vaksin Covid-19 Ready to Fill (RTF) vaksin Covid-19 dari Sinovac sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 sampai dengan Maret 2021…
Rusia menawari?Meksiko?sedikitnya 2.000 dosis vaksin Covid-19 Sputnik V sebagai bagian dari pelaksanaan uji klinis tahap tiga. Meksiko adalah negara dengan jumlah kematian Covid-19 terbesar ketiga di dunia dan gembira atas tawaran dosis vaksin yang sebelumnyb?mendulang kecaman?dari kalangan peneliti di dunia karena hasil uji yang minim dan tak terbuka tersebut.?
Penyaluran bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac, sedianya akan dimulai pada November mendatang.
TEMPO.CO , Jakarta - Perusahaan farmasi pelat merah Cina, Sinopharm , membanderol harga dua dosis vaksin Covid-19 sebesar US$ 145 atau sekitar Rp 2,14 juta (kurs Rp 14.700 per dolar AS). Pemimpin…
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tahun ini Indonesia menyiapkan Rp 5 triliun untuk memproduksi?vaksin Covid-19. Sedangkan tahun?depan, dia menargetkan 128 juta penduduk memiliki akses terhadap imunisasi vaksin.
Perusahaan farmasi pelat merah, PT Bio Farma (Persero), menyepakati kerja sama penyediaan?vaksin?Covid-19?dengan Sinovac Biotech Ltd.?Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di Kota Sanya, Cina, Kamis, 20 Agustus 2020 dan disaksikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta Menteri BUMN Erick Thohir.
Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra menilai pengembangan?vaksin Covid-19?dalam negeri atau vaksin Merah Putih merupakan proyek yang ambisius.
TEMPO.CO, Jakarta - Project Integration Management Research and Development PT Bio Farma Neni Nurainy mengatakan bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal Cina baru bisa diproduksi mulai Februari…
Kandidat vaksin ini masih dalam tahap riset di laboratorium dan harus menjalani uji ke hewan terlebih dulu sebelum sampai ke uji klinis.
Dua hari berselang pasca penyuntikan, relawan yang dihubungi Tempo.co mengaku tak merasakan perubahan dalam tubuhnya.
Pengumuman dari Rusia yang akan menyetujui?vaksio?Covid-19?setelah kurang dari dua bulan pengujian pada manusia memicu kekhawatiran di antara para ahli kesehatan global. Mereka mengatakan bahwa tanpa data uji coba lengkap, vaksin tersebut sulit dipercaya.
Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan sejumlah negara telah menunjukkan minat mereka pada vaksin Covid-19 produksi?Rusia.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO akan melakukan pengkajian ulang secara cermat keamanan?vaksin Sputnik V buatan Rusia untuk memberangus virus corona.?
Imunisasi perdana dalam uji klinis fase akhir calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari Cina dijadwalkan Selasa 11 Agustus 2020 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Erick Thohir beralasan, sebagai pemimpin, tak etis bila dia memperoleh imunisasi vaksin pertama kali.
Ketua tim peneliti uji klinis?vaksin Covid-19?dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kunandi Rusmil, mengatakan peserta uji klinis akan mendapat uang tunai total Rp 1 juta. Duit akan diberikan lima kali setiap relawan diminta datang memeriksakan diri setelah menerima suntik vaksin Covid-19.?
Bio Farma berperan sebagai sponsor uji klinis vaksin Covid-19 yang diperoleh dari Sinovac, Tiongkok, serta Fakultas Kedokteran Unpad sebagai pelaksana uji klinis. Uji klinis tersebut juga melibatkan Balitbangkes Kementrian Kesehatan, serta Badan POM selaku regulator.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan Bio Farma menyiapkan dua skema dalam pengembangao?vaksin Covid-19. Jangka pendek dengan kolaborasi internasional dengan Sinovac serta Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), dan jangka panjang melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan?vaksin Covid-19?berbasis protein rekombinan yang rencananya dapat dimanfaatkan sebagai vaksin sekunder atau "booster" untuk pencegahan virus tersebut.