JAKARTA –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprioritaskan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan keselamatan angkutan laut selama masa Lebaran 2026, seiring potensi risiko pelayaran yang dipengaruhi faktor cuaca dan kepatuhan penumpang.

Kasubdit Pengukuran, Pendaftaran, dan Kebangsaan Kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub Alwan Rasyid mengatakan, selain kelaiklautan kapal dan faktor alam, keselamatan pelayaran juga ditentukan oleh kebijakan para penumpang.

“Memang cuaca menjadi faktor penting yang harus terus diantisipasi,” katanya setelah memeriksa kapal persiapan Lebaran 2026 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu malam.

Namun, Alwan menilai edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan angkutan laut yang aman dan tertib, khususnya pada periode angkutan Lebaran yang ditandai lonjakan jumlah penumpang.

Oleh karena itu, ia mengajak para pihak baik operator kapal, kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan setempat, maupun media massa untuk membantu Kemenhub agar selalu aktif mengedukasi masyarakat.

Ia juga mengingatkan penumpang agar tidak memaksakan diri naik kapal apabila kapasitas angkut telah terpenuhi. Karena kelebihan muatan dapat berdampak terhadap stabilitas kapal dan meningkatkan risiko kecelakaan pelayaran.

“Tugas edukasi ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, operator kapal, dan media massa,” katanya.

Kemenhub juga mendorong masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik sejak jauh hari guna mencegah penumpukan penumpang di pelabuhan. Dengan perencanaan perjalanan yang baik, kapal dapat beroperasi sesuai kapasitas maksimum yang telah ditetapkan.

“Kami berharap kesadaran bersama menjadi hal utama agar dapat menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan angkutan laut selama Lebaran 2026,” ujar Alwan.

ANTARA