PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - SINARA FEST 2026 kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP. Setelah sukses dilaksanakan di Bandung dan Aceh, Provinsi Kalimantan Utara menjadi lokasi ketiga penyelenggaraan kegiatan yang mengedepankan kolaborasi strategis antara BPDP dan Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Utara.

Mengusung tema “Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan untuk Kemenkeu Satu: Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas”, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap komoditas perkebunan strategis Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis sawit, kelapa, dan kakao agar semakin berkembang dan berdaya saing.

Beragam kegiatan edukatif dan interaktif dihadirkan dalam SINARA FEST 2026, mulai dari sosialisasi program strategis BPDP, diskusi, demo masak dan pelatihan kuliner, mini bazar UMKM, hingga booth edukasi interaktif. Melalui rangkaian tersebut, masyarakat diajak mengenal lebih dekat manfaat komoditas perkebunan serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara, Ika Hermini Novianti, menegaskan pentingnya momentum kegiatan ini dalam memperkuat sinergi lintas sektor. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengoptimalkan peran sektor hulu dan hilir komoditas strategis daerah.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong optimalisasi peran sektor hulu dan hilir komoditas strategis daerah, serta meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan, khususnya komoditas sawit, kelapa, dan kakao di Kalimantan Utara,” ujarnya dalam rilis BPDP pada Senin, 4 Mei 2026.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menekankan bahwa SINARA FEST bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan ini merupakan platform strategis yang mengintegrasikan aspek hulu dan hilir sektor perkebunan melalui edukasi, inovasi, akses pembiayaan, serta promosi bagi pelaku UMKM.

“Melalui penguatan edukasi, inovasi, akses pembiayaan, serta promosi, SINARA FEST diharapkan mampu mendorong pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan agar tumbuh secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, dan berdaya saing tinggi di pasar,” ungkap Helmi.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadirkan narasumber dari instansi vertikal Kementerian Keuangan sebagai bentuk dukungan layanan fiskal bagi UMKM. Dwi Ardiyanto, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC Tarakan, memberikan materi terkait layanan dan tata cara akses ekspor bagi pelaku UMKM. Selain itu, Edi Trisno Yuwono, Penyuluh Pajak KPP Tanjung Redeb, menyampaikan edukasi mengenai kewajiban serta fasilitas perpajakan untuk mendukung legalitas dan pertumbuhan usaha.

Melalui SINARA FEST 2026, BPDP bersama Kanwil DJPB Kalimantan Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai Badan Layanan Umum di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun sinergi yang lebih kuat dari hulu hingga hilir dalam pengembangan komoditas sawit, kelapa, dan kakao, sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak utama ekonomi nasional. (TESTI PRISCILLA/y)