BORNEONEWS, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, memanfaatkan Festival Sekerat Nusantara sebagai ajang promosi wisata, kebudayaan, produk perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Festival yang dipusatkan di Pantai Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 10–12 Juli 2026. Kegiatan tahunan itu telah memasuki penyelenggaraan kelima.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengatakan, festival tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkenalkan berbagai potensi unggulan kepada masyarakat luas.
“Festival Sekerat Nusantara menjadi sarana mempromosikan wisata pantai, budaya, seni tradisional, serta beragam produk ekonomi kreatif, mulai dari kuliner hingga suvenir,” kata Mahyunadi di Sangatta, Minggu, 12 Juli 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kutai Timur juga ingin mengenalkan potensi sektor perikanan di kawasan pesisir Sekerat. Daerah itu memiliki beragam hasil laut dan tambak, seperti ikan bandeng, udang, kepiting, serta berbagai makanan ringan berbahan dasar ikan.
Mahyunadi menilai penyelenggaraan festival secara rutin dapat mendekatkan seni dan budaya lokal kepada generasi muda. Langkah itu penting untuk menjaga nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, kebudayaan merupakan bagian dari jati diri daerah yang perlu terus dilestarikan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia turut mengapresiasi masyarakat Desa Sekerat yang konsisten menjaga adat dan budaya leluhur melalui berbagai pertunjukan seni dalam Festival Sekerat Nusantara.
“Komitmen masyarakat menjadi fondasi penting dalam mempertahankan identitas daerah dan memperkuat kebersamaan. Pelestarian budaya harus terus dilakukan agar tidak tergerus arus globalisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika mengatakan, festival yang digelar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kutai Timur tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi desa.
Selain mempromosikan wisata dan budaya, kegiatan itu melibatkan banyak pelaku UMKM untuk meningkatkan transaksi dan pendapatan masyarakat.
“Festival ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi dan memperkuat kemandirian desa. Kami juga berharap pengunjung dari luar daerah kembali datang setelah menikmati wisata dan produk khas Sekerat,” kata Dhika.
Melalui Festival Sekerat Nusantara, Desa Sekerat diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pesisir dengan kekayaan budaya, hasil perikanan, dan produk ekonomi kreatif di Kutai Timur.
ANTARA









