PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, meminta seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas maupun berkendara, menyusul masih sempitnya jarak pandang akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang belum sepenuhnya hilang.

Dalam pernyataannya, Junaidi menyampaikan bahwa kondisi jarak pandang yang terbatas saat ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan, baik di jalan raya maupun di lingkungan aktivitas sehari-hari.

"Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas. Ini harus menjadi perhatian kita semua agar tidak lengah," ujar Junaidi, Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia menekankan kepada para pengendara kendaraan bermotor untuk selalu menyalakan lampu kendaraan saat berkendara, memperlambat laju kendaraan, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.

Penggunaan lampu kendaraan sangat penting agar dapat terlihat oleh pengemudi lain meski dari jarak yang jauh.

Selain keselamatan berlalu lintas, Junaidi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap membatasi aktivitas di luar ruangan.

Apabila harus berpergian, disarankan untuk selalu menggunakan masker pelindung agar saluran pernapasan tetap terlindungi dari paparan partikel asap yang berbahaya.

"Terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita penyakit tertentu, sebaiknya tetap berada di dalam rumah dan menunda aktivitas yang tidak mendesak di luar ruangan," tambahnya.

Junaidi berharap imbauan ini dapat direspons dengan baik oleh masyarakat, sehingga keselamatan bersama dapat terjaga di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya membaik.

Pemerintah juga terus berupaya mempercepat penanganan karhutla agar kabut asap segera hilang dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali.

Mari kita saling menjaga keselamatan dan kesehatan diri serta keluarga di tengah situasi ini.

"Semoga kabut asap segera mereda dan udara bersih kembali menyapa Bumi Tambun Bungai," pungkasnya. (PATHUR/Y)