KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Pihanin Raya RT 002/RW 001, Desa Pihanin Raya, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Kamis, 30 Juli 2026, sekitar pukul 09.10 WITA.

Peristiwa tersebut menghanguskan tiga unit rumah hingga rata dengan tanah dan menyebabkan satu rumah lainnya mengalami kerusakan sekitar 80 persen. Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) atau 26 jiwa terdampak dan harus kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan laporan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tiga rumah yang terbakar total dihuni oleh tujuh kepala keluarga, sementara satu rumah yang mengalami kerusakan berat dihuni satu kepala keluarga. Seluruh dokumen administrasi kependudukan milik para korban dilaporkan ikut musnah terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Selain menyebabkan kerugian material yang besar, kebakaran juga berdampak terhadap kelompok rentan. Data sementara mencatat terdapat dua orang lanjut usia, satu ibu menyusui, serta dua balita di antara para korban terdampak. Hingga Kamis siang, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan aparat berwenang.

Petugas gabungan bergerak cepat melakukan penanganan pascakebakaran. Sejumlah unsur yang terlibat di antaranya Tagana HSS, BPBD HSS, Satpol PP dan Damkar HSS, PMI HSS, TNI, Polri, Kerukunan BPK/PMK, Karang Taruna, TKSK, KWSB, petugas PLN, pemerintah desa, pihak kecamatan, serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu membantu proses penanganan di lokasi kejadian.

Koordinator pendataan Tagana Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Amin Rais, mengatakan fokus awal yang dilakukan petugas adalah memastikan kondisi para korban sekaligus melakukan pendataan kebutuhan mendesak.

"Saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap seluruh korban terdampak. Seluruh administrasi kependudukan para korban juga dilaporkan habis terbakar sehingga akan menjadi perhatian dalam penanganan lanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah bersama lintas instansi akan terus berkoordinasi untuk memberikan penanganan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. "Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar para korban dapat segera terpenuhi serta proses pendataan berjalan dengan baik," kata Amin.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyelesaikan pendataan kerugian serta berkoordinasi untuk langkah penanganan lanjutan bagi delapan kepala keluarga yang terdampak musibah tersebut. (SABRIANOOR/H)