PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah kembali bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kali ini, penanganan dilakukan di wilayah Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Senin, 5 Oktober 2026

Lokasi kebakaran berada di kawasan Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di ruas jalan penghubung Palangka Raya - Banjarmasin.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining mengatakan, menngingat kawasan tersebut merupakan lahan gambut dalam, tim gabungan tidak hanya melakukan pemadaman api, tetapi juga melaksanakan pendinginan menyeluruh untuk mencegah bara kembali menyala.

"Berdasarkan laporan Posko Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng, terdapat dua titik kebakaran yang berhasil ditangani, dengan luas masing-masing sekitar 0,22 hektare dan 0,08 hektare," jelasnya. 

Kondisi di lapangan didominasi semak belukar, pakis-pakisan, serta vegetasi berupa pohon tumih dan geronggang.

Meski api telah berhasil dikendalikan, tim masih mendapati kepulan asap yang muncul dari bagian tengah lokasi, sehingga proses pendinginan tetap dilanjutkan secara ketat.

Upaya penanganan ini melibatkan unsur personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng, ASN Dinas Kehutanan, petugas pemadam darat, BPBD Provinsi Kalteng, Manggala Agni, serta unsur TNI dan Polri.

Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan penanganan di kawasan yang berpotensi sulit dipadamkan.

Untuk mendukung operasi di lapangan, tim mengerahkan satu unit mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter dan satu unit mobil tangki PTO berkapasitas 10.000 liter.

Didukung pula peralatan lengkap berupa sembilan gulung selang tembak ukuran 1,5 inci, nozzle spray, nozzle jet, dan Y connector.

Agustan menegaskan bahwa penanganan karhutla wajib mengutamakan pemadaman hingga tahap pendinginan tuntas.

Hal ini sangat krusial mengingat karakteristik lahan gambut yang mampu menyimpan bara api di bawah permukaan dalam waktu lama.

“Pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat, tetapi juga dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap benar-benar aman,” tegas Agustan Saining

Pihaknya juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan berkala di lokasi pasca-pemadaman. (PATHUR/H)