PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar webinar bertajuk “Etnisitas dan Ekologi Bahasa” pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan pakar bahasa dan etnisitas dari dalam maupun luar negeri untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai hubungan bahasa, identitas etnis, dan lingkungan sosial budaya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai sambutan. Webinar ini menghadirkan Prof. James T. Collins, Ph.D. dari Institut Kajian Etnik (KITA), Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Dr. Misrita, S.S., M.Hum. dari Universitas Palangka Raya sebagai narasumber.

Sementara itu, jalannya diskusi dipandu oleh Dedy A. Bannus, S.Pd., M.Ed. dari IAHN Tampung Penyang Palangka Raya.

"Kami sangat berterima kasih Prof James dan Dr Misrita bersedia berbagi mengenai berbagai penelitian bahasa yang telah mereka lakukan kepada kita saat ini di momen ini," kata Sukardi.

Webinar yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.30 WIB tersebut terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis melalui Zoom. Peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat digital setelah mengikuti kegiatan sesuai ketentuan penyelenggara.

Sukardi Gau mengatakan, kegiatan kebahasaan seperti ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap keberagaman bahasa dan budaya, khususnya di Kalimantan Tengah yang memiliki kekayaan bahasa daerah.

"Pembahasan mengenai etnisitas dan ekologi bahasa sangat relevan dalam upaya memahami kedudukan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat," katanya lagi.

Keberlangsungan bahasa tidak terlepas dari lingkungan sosial, kebiasaan berkomunikasi, serta peran keluarga dan komunitas dalam mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Melalui forum akademik tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai dinamika bahasa dalam masyarakat multietnis, termasuk tantangan pelestarian bahasa daerah di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan perspektif akademisi dari berbagai institusi dalam membahas isu bahasa dan budaya, sekaligus mendorong perhatian publik terhadap pentingnya menjaga keberagaman bahasa sebagai bagian dari kekayaan bangsa. (TESTI PRISCILLA/Y)