BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan dan pemerataan tenaga medis di Indonesia melalui tiga inisiatif utama, salah satunya dengan menyediakan 1.000 beasiswa pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan memaparkan sekitar 750 beasiswa direncanakan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sedangkan 250 beasiswa lainnya didukung oleh pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, rumah sakit, serta mitra swasta.
"Kita ingin melihat semakin banyak daerah memiliki tenaga medis sesuai kebutuhannya. Kita ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan dokter spesialis dan dokter gigi. Kita juga ingin mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan antardaerah," katanya di Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.
Hal itu disampaikan dalam peluncuran Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi
Sejalan dengan penyediaan beasiswa, pemerintah juga melakukan perluasan penempatan residen tingkat mandiri di fasilitas pelayanan kesehatan prioritas serta akselerasi pengembangan pendidikan kedokteran gigi di berbagai wilayah Indonesia.
Wamendiktisaintek memaparkan program akselerasi pendidikan kedokteran telah menunjukkan kemajuan signifikan sejak diluncurkan pada 22 Juli 2025.
Melalui inisiatif ini, pemerintah berhasil melampaui target pembukaan 148 program studi baru pendidikan dokter spesialis dan subspesialis (PPDS), dengan penambahan 185 program studi. Dengan demikian, jumlah program studi PPDS meningkat dari 366 menjadi 551.
"Penambahan program studi harus diikuti dengan pemerataan tenaga medis dan peningkatan pelayanan kesehatan di daerah. Karena itu, program akselerasi ini perlu dilanjutkan dan diperkuat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pendidikan dokter spesialis," ujar Fauzan.
Sementara, Direktur Utama LPDP Yon Arsal menyebutkan dukungan pembiayaan mencakup keseluruhan biaya. Tidak hanya biaya kuliah, beasiswa juga mencakup biaya hidup, biaya penelitian, biaya ujian kompetensi, hingga berbagai kebutuhan penunjang lainnya yang dibutuhkan selama masa studi.
"Melalui skema beasiswa yang nantinya akan diberikan oleh LPDP, LPDP sudah mendukung dan tentu akan terus mendukung program beasiswa ini," ucap Yon Arsal.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengapresiasi adanya program akselerasi pendidikan dokter spesialis ini.
Menurut dia, program ini akan menunjang penyediaan tenaga kesehatan yang kompeten di seluruh Indonesia, di mana Pemerintah RI merencanakan akan membangun sebanyak 407 rumah sakit di berbagai kabupaten/kota di Tanah Air.
"Membangun infrastruktur itu mudah, tetapi membangun manusia yang nanti akan mengisi dokter spesialisnya, dokter umum, tenaga medis, itu yang menjadi esensi utama dari pelayanan," tutur Dante Saksono Harbuwono.
ANTARA









