BORNEONEWS, Palangka Raya – Kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya terus berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Data menunjukkan indeks kualitas udara di kota ini mencapai angka 1.506 mikrogram per meter kubik (pg/m³), jauh melampaui ambang batas aman dan masuk dalam kategori berbahaya.
Tingkatan ini tercatat tersebar di 414 titik pemantauan yang mencakup beberapa kecamatan utama, yakni Rakumpit, Sabangau, Bukit Batu, Jekan Raya, hingga Pahandut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengonfirmasi tingginya angka konsentrasi partikel udara tersebut.
Menurutnya, angka yang mencapai lebih dari 1.000 pg/m³ menandakan bahwa kondisi udara saat ini sudah sangat tidak sehat, bahkan berbahaya bagi seluruh kelompok masyarakat, terlebih bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu.
"Angka di atas 1.000 Pg/m³ itu sudah masuk kategori berbahaya. Artinya, risiko kesehatan akibat menghirup udara berasap ini sangat tinggi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Semua orang dapat mengalami gangguan kesehatan yang serius jika terus terpapar tanpa perlindungan," ujar Heri Fauzi, jumat, 23 Oktober 2026.
Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti kota ini merupakan dampak berkelanjutan dari kebakaran hutan dan lahan yang belum sepenuhnya teratasi di wilayah Kalimantan Tengah.
Konsentrasi partikel halus yang tinggi terdeteksi merata di berbagai kawasan, tidak terbatas pada satu titik saja, melainkan menyebar luas di hampir seluruh kecamatan di Palangka Raya.
Heri Fauzi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan secara ekstra. Ia menyarankan warga agar sebisa mungkin membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker medis atau masker khusus sangat dianjurkan demi melindungi saluran pernapasan.
"Khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit jantung serta paru-paru, sebaiknya tetap berada di dalam ruangan dan menunda segala aktivitas luar rumah sampai kondisi membaik," tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup.
BPBD Kota Palangka Raya bersama instansi terkait lainnya akan terus memantau perkembangan kualitas udara setiap harinya.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang namun tetap waspada, serta senantiasa mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah daerah maupun instansi berwenang," pungkasnya. (PATHUR/y)









