PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj Nurhidayah, bermalam di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), pada Kamis, 22 Oktober 2026, untuk memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memastikan kebutuhan petugas dan relawan di lapangan terpenuhi.

Dalam kunjungan tersebut, Nurhidayah didampingi Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Riska Agustin, Kepala Dinas Sosial, Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Kepala Dinas Pariwisata, staf ahli bupati, serta Camat Kumai.

Bupati bersama rombongan meninjau lokasi kebakaran di kawasan Resor Pesalat, Sungai Tanjung Harapan. Ia juga melihat pemasangan portable tank atau tangki penampungan air yang digunakan untuk mendukung pemadaman api di lokasi yang sulit dijangkau.

Untuk menjangkau titik api, tim gabungan menyalurkan air dari Sungai Sekonyer ke sejumlah portable tank yang ditempatkan secara berantai. Jarak antara satu tangki dan tangki lainnya mencapai sekitar 500 meter.

“Untuk mencapai titik api di Tanjung Harapan ini mencapai 1,6 kilometer. Untuk memadamkan api, membutuhkan lima buah portable tank karena titik api berada di bagian tengah. Sementara sumber air sulit dijangkau, sehingga air harus dilangsir dari sungai menuju portable tank,” ujar Nurhidayah.

Saat meninjau lokasi, Bupati juga menyapa dan berdiskusi dengan tim gabungan, relawan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) yang selama ini berjibaku memadamkan kebakaran di kawasan hutan TNTP.

Ia memberikan motivasi kepada seluruh personel agar tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kerja sama menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai kendala selama proses pemadaman.

Pada malam harinya, Nurhidayah kembali menemui relawan dan MPA untuk mendengarkan langsung kendala yang mereka hadapi. Dalam pertemuan tersebut, para relawan menyampaikan sejumlah kebutuhan, di antaranya oksigen, tenaga medis, dan logistik untuk mendukung operasi pemadaman.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Bupati langsung meminta Tim Reaksi Cepat (TRC) PMI Kobar bergabung dengan posko lapangan pemerintah daerah di Tanjung Harapan untuk memberikan pendampingan medis kepada petugas yang melakukan pemadaman.

Pada Jumat, 23 Oktober 2026 pagi, Nurhidayah juga meninjau dapur umum di Desa Sekonyer, salah satu desa penyangga TNTP. 

Sejak kebakaran terjadi, masyarakat dari desa-desa penyangga turut dilibatkan dalam upaya pemadaman, termasuk membantu penyediaan makanan bagi petugas dan relawan.

Distribusi makanan menjadi salah satu tantangan karena jarak menuju lokasi penanganan cukup jauh. Makanan untuk kebutuhan pagi, siang, dan malam diantar sekaligus, mengingat perjalanan menuju titik penanganan dapat mencapai 3 hingga 5 kilometer.

Nurhidayah mengatakan, pemerintah pusat telah mendukung penyediaan personel dan sarana prasarana untuk penanganan karhutla di TNTP. Sementara itu, pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan tambahan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Untuk penanganan kebakaran di TNTP ini, baik personel maupun sarana prasarana sudah memadai karena semuanya telah ditangani pemerintah pusat. Kehadiran pemerintah daerah untuk memberikan dukungan. Jika masih ada kekurangan, akan kita bantu,” katanya.

“Pada prinsipnya, dalam penanganan karhutla di TNTP, pemerintah daerah tidak berdiam diri. Kami hadir memberikan dukungan penuh untuk penanganan kebakaran TNTP,” tegasnya.

Melalui koordinasi lintas instansi, dukungan relawan, keterlibatan masyarakat desa penyangga, serta pendampingan medis, diharapkan upaya pemadaman kebakaran di kawasan TNTP dapat berjalan lebih optimal. (DANANG/H)