PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Hutan Kemasyarakatan atau HKm Tani Sejati berencana mengembangkan budidaya ikan air tawar menggunakan sistem bioflok dengan menyiapkan tiga kolam terpal. Namun, penerapan teknologi tersebut membutuhkan pemahaman teknis dan pengelolaan khusus agar budidaya berjalan optimal.

Ketua HKm Tani Sejati, Yanto, mengatakan pelatihan yang difasilitasi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS membantu kelompoknya memahami bahwa sistem bioflok tidak cukup hanya dengan menggunakan kolam berbentuk bulat.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, kami lebih memahami perlakuan yang diperlukan agar sistem bioflok dapat berjalan dengan baik. Kami berharap ilmu dari narasumber bisa diterapkan untuk memperbaiki proses budidaya dan mengembangkan usaha kelompok ke depannya,” kata Yanto dalam rilisnya pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Pelatihan budidaya perikanan air tawar tersebut diselenggarakan PT Menteng Kencana Mas (PT MKM), unit bisnis SSMS, pada 13–14 Oktober 2026 di Desa Tanjung Tarantang, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Remediation and Compensation Plan (RaCP) PT MKM untuk mendukung pengembangan usaha kelompok perhutanan sosial.

Sebanyak 16 peserta dari tiga kelompok HKm mengikuti kegiatan tersebut, yakni HKm Tani Sejati, HKm Mawar Bersemi, dan HKm Danau Seluluk Jaya. Pelatihan juga dihadiri perwakilan pemerintah desa serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kotawaringin Barat.

Materi disampaikan Akhmad Riva’i, S.Pi., M.P., Analis Akuakultur Ahli Madya, dan Ishak Usman, Teknisi Akuakultur Terampil, dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya ikan air tawar, sistem bioflok, pemanfaatan pakan alternatif, hingga teknik pemijahan.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik penghitungan kebutuhan pakan harian, pemeriksaan kondisi fisik ikan, evaluasi sarana budidaya, serta identifikasi jenis kelamin ikan nila dan papuyu. Pembelajaran tersebut memberikan gambaran mengenai aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan budidaya.

Rencana HKm Tani Sejati mengembangkan tiga kolam terpal dengan sistem bioflok menjadi salah satu upaya kelompok dalam memperluas usaha perikanan berbasis potensi lokal. Dengan pemahaman teknis yang lebih baik, kelompok diharapkan dapat mempersiapkan penerapan sistem tersebut secara tepat dan mengurangi risiko kesalahan dalam proses budidaya.

Melalui pelatihan ini, SSMS melalui PT MKM mendorong peningkatan kapasitas kelompok perhutanan sosial agar mampu mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan. Penguatan pengetahuan dan keterampilan budidaya diharapkan membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.(TESTI PRISCILLA/H)