Hutan Rusak Bisa Ganggu Sumber Air dan Pangan
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan kerusakan hutan dapat merembet pada sumber air, ekosistem perairan, sumber pangan hingga kehidupan masyarakat.
Tag
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan kerusakan hutan dapat merembet pada sumber air, ekosistem perairan, sumber pangan hingga kehidupan masyarakat.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan setiap wilayah memiliki karakter sosial, ekonomi, kelembagaan dan ekologis yang berbeda.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan aktivitas ekonomi tidak seharusnya menghasilkan keuntungan dengan mengorbankan sumber daya alam yang menjadi penopangnya.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan hutan yang tetap hidup akan terus menyediakan berbagai manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan indikator sosial dan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari penilaian.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan cara pandang tersebut perlu diperluas.
Hal ini disampaikan Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo pada Kamis, 17 September 2026. Henky mengatakan bahwa hutan memiliki hubungan erat dengan air, pangan, keanekaragaman hayati dan penghidupan masyarakat.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan masyarakat di sekitar kawasan hutan justru dapat menjadi bagian penting dari sistem perlindungan.
Di Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian, masyarakat terlibat dalam patroli, pemeliharaan lingkungan, pencegahan karhutla, restorasi gambut dan pemantauan keanekaragaman hayati.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS , Henky Satrio Wibowo, mengatakan cara pandang tersebut perlu diperluas.
Pada tahap awal, reboisasi dilakukan di areal seluas 10 hektare dengan sekitar 6.250 bibit. Penanaman menggunakan jarak 4 x 4 meter dengan populasi sekitar 625 pohon per hektare.
Peserta berasal dari PT Mitra Mendawai Sejati (MMS), Kalimantan Sawit Abadi (KSA), dan Sawit Sumbermas Sarana (SSMS). Masing-masing unit mengikutsertakan 25 peserta.
Hal itu disampaikan pemateri BPKH Wilayah XXI Palangkaraya, Shinta, S.Hut, dalam sosialisasi rencana penandaan batas bersama tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) dampingan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) di Gedung Abdul Rasyid Tower, Rabu, 9 September 2026.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian di Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat, menunjukkan bagaimana perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penghidupan masyarakat.
Sampah organik yang selama ini berpotensi berakhir sebagai limbah kini dipilah untuk disiapkan sebagai bahan pembuatan ecoenzyme. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatannya untuk kegiatan tanaman pangan.
Dukungan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk sarana pemadaman, tetapi juga air mineral, bahan makanan, hingga kebutuhan operasional bagi personel yang berada di lapangan.
Puluhan kelompok tersebut berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Pulang Pisau. Keberadaan KTPA menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kewaspadaan masyarakat terhadap potensi karhutla, khususnya selama musim kemarau.
Kesiapan tersebut dibangun sebelum terjadi kondisi darurat. Personel tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami prosedur, pembagian peran, serta pola koordinasi ketika menghadapi kebakaran.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus memperkuat program konservasi orangutan melalui pengelolaan kawasan Pulau Salat di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Chief Sustainability Officer, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo mengatakan petani swadaya merupakan bagian penting dalam rantai pasok kelapa sawit. Karena itu, penguatan kapasitas petani menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari agenda keberlanjutan perusahaan.