PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian dapat menjadi pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat, namun tidak dapat diterapkan secara seragam di seluruh Kalimantan.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan setiap wilayah memiliki karakter sosial, ekonomi, kelembagaan dan ekologis yang berbeda.

“Masoraian bukan model yang dapat disalin begitu saja ke seluruh Kalimantan,” kata Henky kepada Borneonews pada Sabtu, 26 September 2026.

Meski demikian, terdapat prinsip yang menurutnya dapat dipelajari.

Masyarakat harus diberi ruang untuk mengelola, kemampuan untuk menjaga dan manfaat nyata dari sumber daya alam yang mereka lindungi.

Di Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian, pengelolaan kawasan seluas sekitar 3.006 hektare melibatkan 213 anggota KTH Komunitas Karya Masoraian.

Masyarakat terlibat dalam perlindungan hutan, pencegahan karhutla, restorasi gambut, pemantauan keanekaragaman hayati serta pemanfaatan sumber daya perikanan.

Menurut Henky, pendekatan pengelolaan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah agar tujuan konservasi dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan bersama. (TESTI PRISCILLA/H)