SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyiapkan bantuan bagi warga yang kehilangan sumber penghasilan akibat kebun mereka terbakar.

Ia meminta camat mendata warga terdampak agar dapat diusulkan menerima bantuan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

"Kita akan inventarisir masyarakat kita yang memang penghidupannya dari kebun hingga kebunnya terbakar. Ini kita inventarisir dan kita data. Nanti supaya mendapat bantuan dari pemerintah, apakah itu pusat, provinsi maupun kabupaten," kata Halikinnor, Minggu, 25 Oktober 2026.

Bantuan tersebut diperlukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kebakaran. Pemerintah daerah ingin memastikan warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok meskipun sumber penghasilan mereka rusak akibat kebakaran.

"Upaya kita minimal masyarakat kita ini tidak sampai tidak makan, itu utama," ujarnya. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Kotim juga menyiapkan anggaran untuk membeli beras.

Bantuan pangan menjadi salah satu langkah yang disiapkan agar warga yang kehilangan penghasilan tidak sampai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Halikinnor mengingatkan, kebakaran kebun dapat berdampak panjang terhadap kondisi ekonomi keluarga.

Warga yang sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan hidup dari hasil kebun berpotensi jatuh ke dalam kategori miskin apabila kehilangan sumber penghasilan tanpa dukungan yang memadai.

"Karena otomatis kalau memang penghasilannya hanya dari kebun, kebunnya terbakar, otomatis memang akan kesulitan. Ini yang dulu tidak miskin, bisa saja masuk kategori miskin nanti. Itu akibat dari dampak kebakaran ini," tuturnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pendataan telah diinstruksikan melalui camat, lurah, kepala desa, hingga ketua RT dan RW.

Mereka diminta mendata warga terdampak karena dinilai paling mengetahui kondisi masyarakat dan situasi di wilayah masing-masing.

Halikinnor mengatakan, data dari aparat kewilayahan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kebutuhan bantuan. (DEWI PATMALASARI/R)