SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga yang terdampak air PDAM payau di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini bisa mendapatkan air bersih gratis di dua lokasi, yakni Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir.

"Alhamdulillah, salah satunya bantuan dari Gubernur Kalimantan Tengah berupa mesin Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU). Warga yang memerlukan air bersih bisa datang ke kantor kecamatan atau Kelurahan Mentawa Baru Hilir dengan membawa galon sendiri dari rumah," kata Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah, Jumat, 23 Oktober 2026.

Irpansyah menjelaskan, penyediaan depot air gratis tersebut menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya, air PDAM di wilayah MB Ketapang telah mengalami intrusi air laut atau menjadi payau sejak sekitar dua pekan terakhir.

Untuk depot di Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sumber air berasal dari sumur bor dengan kedalaman sekitar 150 meter. Air tersebut telah menjalani pengujian laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim sebelum dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, depot di Kelurahan Mentawa Baru Hilir masih menggunakan pasokan air PDAM dari wilayah Kota Besi karena belum tersedia sumur bor di lokasi tersebut.

Irpansyah menyebutkan, seluruh peralatan depot merupakan bantuan dari Gubernur Kalimantan Tengah, sedangkan pihak kecamatan menyediakan tempat untuk pengoperasiannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan, tingkat pH air di depot kecamatan dinyatakan memenuhi kelayakan untuk diminum. Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan memasak air terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

"Berdasarkan pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan, pH-nya memang layak untuk diminum. Tetapi kami tetap mengimbau masyarakat agar memasaknya sebelum dikonsumsi," ujarnya.

Sejak dibuka pada Kamis, 22 Oktober 2026, depot di kantor kecamatan mulai didatangi warga. Antusiasme masyarakat masih terlihat hingga Jumat, seiring meningkatnya kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga.

Pihak kecamatan tidak membatasi jumlah air yang dapat diambil warga. Masyarakat dipersilakan memanfaatkan fasilitas tersebut selama membawa galon sendiri dari rumah.

Irpansyah juga mengingatkan agar air gratis itu tidak diperjualbelikan. Karena fasilitas tersebut disediakan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari di tengah kondisi air PDAM yang payau.

"Kami berharap air ini tidak diperjualbelikan. Kami sudah menyediakan secara gratis, sehingga masyarakat bisa datang langsung ke kantor kecamatan atau kelurahan untuk mengambil air bagi kebutuhan rumah tangga," tegasnya.

Selain menyediakan depot air, distribusi air bersih juga dilakukan di sejumlah titik dengan dukungan instansi vertikal. Pada Jumat, Bea Cukai turut membantu penyaluran air bersih di Kelurahan Ketapang dan Kelurahan Mentawa Baru Hulu dengan menjangkau total empat rukun tetangga (RT).

Irpansyah mengatakan, kendala air bersih kini telah dirasakan hampir merata di wilayah Kecamatan MB Ketapang. Adapun wilayah yang terdampak krisis air bersih ada 6 kelurahan dan 4 desa. Sedangkan, Desa Pasir Putih masih relatif aman karena masyarakat setempat tidak bergantung pada pasokan PDAM dan selama ini menggunakan sumur bor.

"Krisis air bersih saat ini sudah merata dari enam desa dan empat kelurahan. Untuk Kelurahan Pasir Putih masih belum mengalami kendala, karena selama ini mereka tidak pernah menggunakan PDAM dan selama ini mereka sudah menggunakan sumur bor yang ada di wilayahnya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)