BORNEONEWS, Teheran - Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi menegaskan bahwa Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman sepenuhnya berada di bawah kendali angkatan bersenjata Iran.
"Seluruh wilayah Teluk Persia dan pulau-pulau di dalamnya, Teluk Oman beserta garis pantainya, serta bagian timur dan barat Selat Hormuz, berada di bawah kendali angkatan bersenjata Republik Islam Iran," kata Abdollahi pada Senin (26/10/2026).
Pernyataan tersebut dikutip lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB. "Selama Selat Hormuz tetap ditutup, maka tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi jalur perairan strategis ini di luar kerangka perintah Iran," lanjutnya.
Abdollahi juga memperingatkan bahwa kapal yang mencoba berlayar di luar jalur yang ditetapkan Iran akan menghadapi risiko dan mengalami kerusakan serius.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran yang kemudian dibalas oleh Iran.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelahnya.
Hingga kini, konflik antara Iran dan AS masih belum terselesaikan. Eskalasi konflik di sekitar Iran menyebabkan Selat Hormuz secara de facto diblokade.
Selat tersebut merupakan jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan di jalur tersebut juga berpengaruh terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan, serta mendorong kenaikan harga minyak.
Sumber: Sputnik/ANTARA




