BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor memastikan pemerintah daerah akan menganggarkan bantuan pembangunan dua rumah warga yang terbakar di Jalan Iskandar 22, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

"Pemerintah daerah hari ini membantu secukupnya, sekadar bahan sementara. Nanti insyaallah tahun depan kita akan programkan bantuan perumahannya. Biasanya kita program satu buah rumah itu mungkin Rp50 juta. Jadi kalau ini dua buah rumah mungkin Rp100 juta nanti kita anggarkan untuk membangun minimal untuk tempat tinggal," kata Halikinnor, Selasa, 27 Oktober 2026.

Hal itu saat dia meninjau lokasi kebakaran dua rumah di Jalan Iskandar 22 bersama Wakil Bupati Irawati, Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, perwakilan dari Kodim 1015/Sampit, Penjabat Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga dan berharap para korban diberi kekuatan untuk menghadapi kejadian tersebut.

Ia menegaskan, kebakaran yang menghanguskan dua rumah tersebut bukan merembet dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melainkan kebakaran permukiman di tengah kota yang penyebabnya masih belum diketahui dan perlu dipastikan lebih lanjut.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Dua rumah berbahan kayu yang terbakar merupakan milik Masita, 67 tahun, dan sepupunya.

Masita menceritakan, saat kejadian dirinya baru kembali berbaring. Ketika hendak mengambil sajadah dan pakaian untuk mengajak anaknya salat di musala, api sudah terlihat membesar.

Api yang cepat membesar membuat penghuni kedua rumah tersebut tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Halikinnor mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api dan instalasi listrik di rumah.

Kebakaran rumah dapat terjadi kapan saja dan tidak bergantung pada musim. Karena itu, kewaspadaan perlu dijaga untuk mengurangi risiko kejadian serupa.

"Kebakaran rumah ini tidak mengenal musim. Kalau memang musibah kita tidak tahu menimpa siapa, kapan saja, dan di mana saja. Makanya selalu kita ingatkan agar masyarakat berhati-hati," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/r)