Karhutla Muara Pelantau Dikepung dari Sisi Permukiman, Tim Gabungan Perkuat Penyekatan Api
Karhutla di Desa Muara Pelantau, Barito Timur, diperkirakan mencapai 30 hektare. Tim gabungan memperkuat penyekatan api di area dekat permukiman warga.
Koresponden
Karhutla di Desa Muara Pelantau, Barito Timur, diperkirakan mencapai 30 hektare. Tim gabungan memperkuat penyekatan api di area dekat permukiman warga.
Karhutla melanda Desa Ampari Bura dan Lalap di Barito Timur dengan luas sekitar 20 hektare. Tim gabungan dan warga masih melakukan pemadaman karena api belum sepenuhnya padam.
Karakter lahan yang terdiri dari material kering, semak belukar dan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan. Meski kobaran api berhasil dikendalikan, petugas belum meninggalkan lokasi dan melanjutkan proses pendinginan serta pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 3,5 hektare. Tim gabungan yang dikerahkan berhasil mengendalikan api pada sekitar 3 hektare area terbakar, meski masih terdapat bagian lahan yang belum sepenuhnya padam ketika operasi dihentikan.
Bupati Barito Timur M Yamin mengatakan, penguatan penanganan karhutla dilakukan setelah pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi pada 24 Agustus 2026. Rapat tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi cuaca sekaligus perkembangan karhutla di wilayah Barito Timur.
Karhutla di Desa Mangkarap, Barito Timur, membakar sekitar satu hektare lahan. Tim gabungan berjibaku selama tiga jam hingga api padam pada malam hari.
Kebakaran diketahui setelah masyarakat melaporkan adanya titik api di ruas jalan Ampah-Buntok. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman ke lokasi.
Pemkab Barito Timur mempercepat pengisian jabatan definitif melalui mekanisme job fit, evaluasi kinerja dan tahapan manajemen ASN. Sebelumnya, 17 pejabat mengikuti proses tersebut.
Kobaran api diperkirakan membakar lahan seluas sekitar 1,5 hektare. Kondisi di lapangan cukup menyulitkan proses pemadaman lantaran vegetasi berupa ilalang dalam kondisi kering, disertai tiupan angin kencang yang membuat api lebih cepat merambat.
Kebakaran menghanguskan vegetasi berupa semak belukar, pepohonan kayu hingga pohon karet dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 0,7 hektare. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya setelah tim gabungan dari berbagai unsur melakukan penanganan di lokasi.
Pemkab Barito Timur akan memangkas belanja operasional kurang efektif dan kegiatan seremonial dalam Perubahan APBD 2026 serta memprioritaskan layanan dasar, infrastruktur, karhutla dan air bersih.
Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu bersama Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko, didampingi Sekretaris BPBD Damkar Barito Timur Yulli Hefirianti, memastikan kesiapan tangki portabel dan sejumlah sarana pendukung penanganan karhutla, Senin, 31 Agustus 2026.
Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu mengatakan kondisi kabut asap tidak merata di seluruh wilayah. Karena itu, kebijakan terhadap kegiatan belajar mengajar perlu mempertimbangkan kondisi faktual setiap daerah, termasuk hasil pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 hingga 5 September 2026 menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan.
Penanganan karhutla di Benua Lima ini sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama di tengah meningkatnya potensi kebakaran lahan
Capaian itu menjadi kebanggaan tersendiri karena Melki bukan datang dari pusat pembinaan olahraga di kota besar. Ia merupakan putra asli Desa Wuran, Barito Timur, yang mampu membawa kemampuan terbaiknya ke arena perlombaan di luar daerah.
Prada M Khoirul Zukron dari Yonif TP 924/Uria Mapas meraih Podium I kategori Men Elit pada Banua Duathlon Challenge #4 Tahun 2026 di Banjarbaru setelah menuntaskan lintasan 52 kilometer.
Festival Nikep 4 di Desa Lalap, Barito Timur, diikuti 295 peserta dan mengangkat tradisi menangkap ikan yang diwariskan turun-temurun oleh perempuan Dayak Maanyan.
Karhutla sekitar empat hektare di Desa Baruyan, Barito Timur, sempat merambat hingga bawah permukaan akibat lapisan gambut tebal. Api berhasil dikendalikan setelah lebih dari dua jam pemadaman.
Karhutla di Desa Sumur, Barito Timur, menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Hingga Sabtu malam, api belum sepenuhnya padam dan petugas menghadapi kendala medan.