BORNEONEWS, Tamiang Layang – Tradisi menangkap ikan secara turun-temurun kembali mendapat ruang di tengah masyarakat melalui Festival Nikep 4 Tahun 2026 yang berlangsung di Persawahan Jundrim, Desa Lalap, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Sebanyak 59 tim yang terdiri dari 295 peserta ambil bagian dalam festival tersebut. Dengan menggunakan peralatan tradisional berupa anyaman rotan yang dikenal sebagai tanguk atau ansiding, para peserta berlomba menangkap ikan sebanyak-banyaknya di areal persawahan yang menjadi lokasi pelaksanaan festival.
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur Misnohartaku secara resmi membuka Festival Nikep 4. Kegiatan yang mengangkat tradisi masyarakat Dayak Maanyan ini juga menyedot perhatian masyarakat. Panitia memperkirakan jumlah pengunjung yang hadir mencapai sekitar 900 orang.
Misnohartaku saat membacakan sambutan Bupati Barito Timur M Yamin mengatakan Festival Nikep memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga adat istiadat, seni dan budaya yang diwariskan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Festival Nikep bukan hanya sekadar kegiatan hiburan dan perayaan masyarakat. Lebih dari itu, festival ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya kita bersama dalam melestarikan adat istiadat, seni, budaya, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur,” kata Misnohartaku.
Ia menjelaskan, nikep merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Dayak Maanyan. Tradisi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kondisi perairan pada musim kemarau dan menggunakan peralatan sederhana berupa anyaman rotan yang disebut tanguk atau ansiding.
Menurut Misnohartaku, Festival Nikep juga memiliki kekhasan karena tradisi menangkap ikan tersebut secara turun-temurun banyak dilakukan oleh perempuan. Kehadiran festival menjadi momentum untuk mempertahankan tradisi sekaligus memberikan ruang kepada perempuan untuk tampil sebagai peserta utama dalam kegiatan budaya.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat, ia meminta generasi muda tidak kehilangan keterikatan dengan budaya daerahnya sendiri. Generasi muda, kata dia, memiliki peran penting agar tradisi lokal tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah. Jangan sampai generasi kita hanya menjadi penonton terhadap kebudayaannya sendiri,” tegasnya.
Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital untuk mendokumentasikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Barito Timur. Dengan cara tersebut, tradisi lokal tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi bagian dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pemerintah Kabupaten Barito Timur, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kreatif.
Dari sisi ekonomi, Festival Nikep 4 turut membuka peluang bagi masyarakat sekitar. Kehadiran 295 peserta dan sekitar 900 pengunjung memberikan ruang bagi pelaku UMKM, pengrajin, pelaku seni serta masyarakat Desa Lalap untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan mereka.
“Festival seperti ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong perputaran ekonomi lokal,” ujar Misnohartaku.
Ketua Panitia Pelaksana Festival Nikep 4, Coledi, mengatakan antusiasme peserta terlihat dari jumlah tim yang mendaftar hingga hari pelaksanaan. Sebanyak 59 tim tercatat mengikuti perlombaan, dengan masing-masing tim beranggotakan lima orang.
“Hingga acara dimulai peserta yang terdaftar berjumlah 59 tim atau 295 orang dan total pengunjung festival diperkirakan mencapai 900 orang,” kata Coledi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran ulang peserta sekitar pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan trofi, sertifikat dan hadiah kepada peserta, dilanjutkan pengundian door prize.
Panitia juga menyiapkan beragam hadiah door prize untuk menambah semarak festival, mulai dari regulator gas, senter, setrika, kipas angin, dispenser, rice cooker, kompor gas hingga mesin cuci.
Pembukaan Festival Nikep 4 turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Barito Timur, Plt Kepala Disbudparpora Barito Timur, Ketua Karang Taruna Barito Timur, perwakilan Camat Patangkep Tutui, perwakilan Kapolsek Patangkep Tutui, perwakilan Koramil Bentot serta sejumlah undangan lainnya.
Dengan memadukan tradisi, keterlibatan masyarakat dan potensi ekonomi lokal, Festival Nikep 4 Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan menangkap ikan, tetapi juga menjadi panggung bagi masyarakat Desa Lalap untuk merawat identitas budaya Dayak Maanyan sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









