Astra Agro Alokasikan Capex Rp1,5 Triliun Tahun Ini
PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mengalokasikan belanja modal senilai Rp1,5 triliun pada 2019 dan sebagian besar akan digunakan untuk perawatan pohon kelapa sawit yang belum menghasilkan.
Kontributor
PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mengalokasikan belanja modal senilai Rp1,5 triliun pada 2019 dan sebagian besar akan digunakan untuk perawatan pohon kelapa sawit yang belum menghasilkan.
Seiring pencapaian produktivitas tandan buah segar (TBS) sawit yang tinggi tahun lalu, PT Perkebunan Nusantara V menargetkan kenaikan produktivitas TBS untuk tahun ini sebesar 24,08 ton per hektare.
Produksi minyak sawit mentah (CPO) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) pada Januari tahun ini mencapai 18.332 ton atau meningkat 11% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Meski belum teraudit, namun sinyal positif ditunjukkan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V untuk kinerja perusahaan perkebunan milik negara ini selama 2018 lalu.
Pada perdagangan medio pekan ini, harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi mengalami tekanan dari menguatnya nilai tukar ringgit Malaysia dan mata uang utama dunia lain terhadap dolar AS.
PT Mahkota Group Tbk (MGRO) tengah fokus untuk mengembangkan bisnis di sektor hilir dengan mengoperasikan pabrik refinery melalui anak usahanya PT Intan Sejati Andalan dan kernel crushing plant di Dumai pada Juni tahun ini.
Sebagai penghasil minyak sawit (CPO) terbesar dunia, Indonesia berpotensi menjadi produsen bioenergi berbasis minyak sawit utama di dunia. Dengan begitu, produksi minyak sawit yang melimpah tak akan memicu penumpukan stok, yang menyebabkan harga rendah.
Sinarmas Sekuritas menilai, harga jual Kelapa Sawit dan turunannya atau minyak sawit mentah (CPO) justru diperkirakan naik, sebagai dampak adanya titik keseimbangan permintaan dan penawaran komoditas ini untuk beberapa tahun mendatang/
Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan bergerak stabil tahun ini di kisaran rata-rata RM2.303 (US$565) per ton, sedangkan produksi global diestimasi naik 3 juta ton.
Tren penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) belakangan ini dapat menjadi momentum penguatan komoditas ini hingga semester kedua 2019.
Dayak Oil Palm Planters Association (Doppa) atau organisasi petani sawit Dayak di kawasan Sarawak, Malaysia, mendesak pemerintah Prancis untuk mengkaji kembali keputusan untuk menghapuskan minyak sawit sebagai bahan baku pembuatan biofuel.
Banyak disalahkan atas kasus deforestasi dan pelanggaran HAM di Indonesia dan Malaysia, sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit telah berinvestasi besar di bidang teknologi untuk meningkatkan praktik bisnis berkelanjutan. Tapi apakah upaya ini sudah cukup untuk melindungi masa depan industri ini
Meski harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di bursa Malaysia akhir pekan lalu melemah akibat dipengaruhi penurunan harga minyak nabati jenis lain, tapi memasuki pekan ini harga komoditas ini diperkirakan mendapatkan beberapa sentimen positif.
Industri kelapa sawit di Tanah Air kembali menghadapi hambatan baru setelah jaringan supermarket terbesar di Jepang, AEON, mulai menerapkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bagi perusahaan yang menyuplai minyak kelapa sawit untuk kebutuhan bahan baku barang konsumsi yang dijual
Tahun ini saham-saham emiten perkebunan kelapa sawit diperkirakan masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen positif."
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) tidak terpengaruh dengan kebijakan yang diambil oleh AEON Jepang dengan menerapkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bagi pemasok minyak sawit.
Para petani kelapa sawit yang mengelola perkebunan sendiri dan ingin melakukan peremajaan (replanting), sekaranglah saat yang tepat untuk mengurusnya karena pemerintah semakin memudahkan persyaratannya.
Indonesia menegaskan tidak akan menerima rencana Uni Eropa (UE) untuk membatasi penggunaan minyak sawit karena dinilai sebagai pemicu deforestasi.
Upaya mendongkrak produktivitas kelapa sawit melalui program peremajaan lahan sawit (replanting), ternyata berjalan tidak sesuai ekspektasi. Beragam kendala telah mengambat program tersebut.
Semakin ketatnya persayaratan di sejumlah negara Barat terhadap minyak sawit yang masuk ke wilayah itu, mendesak agar lebih banyak perusahaan dan petani sawit di Tanah Air untuk mendapatkan sertifikasi berkelanjutan berstandar internasional.