Permintaan CPO Global Naik 7 Juta Ton di 2019
Permintaan global untuk minyak sawit mentah (CPO) akan meningkat sedikitnya tujuh juta ton pada tahun 2019 ini.
Kontributor
Permintaan global untuk minyak sawit mentah (CPO) akan meningkat sedikitnya tujuh juta ton pada tahun 2019 ini.
Selain kebijakan mandatori biodiesel, peningkatan permintaan dari China dan India untuk minyak sawit dinilai akan berdampak pada kenaikan harga komoditas ini.
Komite Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) menargetkan sekitar lima juta hektare lahan perkebunan kelapa sawit memperoleh sertifikat ISPO hingga akhir 2019.
Penyerapan biodiesel dalam negeri sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai 3,29 juta ton seiring mandatori Biodiesel 20 persen (B20).
PT Provident Agro Tbk (PALM) mencatatkan kinerja keuangan kurang menggembirakan pada semester I tahun ini karena penurunan harga minyak sawit mentah (CPO).
Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan menguat dari posisi saat ini dan semakin tinggi lagi memasuki akhir tahun hingga 2021/
Kian gencarnya program biodiesel di Indonesia dan Malaysia, tak hanya bagus untuk lingkungan, tapi juga menjadi resep ampuh untuk mengikis stok minyak sawit yang menumpuk di kedua negara itu.
Pemerintah Rusia berencana menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dari Indonesia sebesar 20 persen, dari sebelumnya 10 persen.
Malaysia mencanangkan target bisa mengalahkan Indonesia sebagai pemasok minyak sawit ke India pada 2019. Pasalnya, New Delhi sudah siap menurunkan bea masuk untuk produk minyak nabati yang diimpor dari Malaysia.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan Pelindo 1, melakukan pengapalan ekspor perdana curah cair yang diangkut menggunakan Kapal MT Ocean Integrity pada Jumat (2/8/2019)…
Emiten perkebunan kelapa sawit, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), selama semester pertama tahun ini mencatatkan penurunan kinerja.
Penerapan mandatori program biodiesel B20 memiliki beberapa dampak positif bagi Indonesia. Selain ampuh untuk mengurangi tumpukan stok minyak sawit, juga dapat menahan penurunan harga komoditas andalan ekspor ini.
Kian gencarnya tuntutan dari Uni Eropa terhadap produk minyak sawit berkelanjutan, ditindaklanjuti oleh Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi petani sawit, salah satunya dengan peremajaan tanaman kelapa sawit.
Untuk menembus pasar ekspor baru di kawasan Timur Tengah (Timteng) dan Afrika, khususnya komoditas andalan seperti minyak sawit, harus menyesuaikan dengan selera dan budaya setempat.
Emiten perkebunan, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), selama semester I-2019 mencatat pertumbuhan penjualan bersih sekitar 45,28% menjadi Rp916,301 miliar, dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar Rp630,691 miliar.
Sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia, Indonesia berpeluang menguasai dunia, karena lebih dari 60 persen minyak sawit dunia dipasok dari Indonesia.
Emiten perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk. berupaya menurunkan biaya produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sekitar 16,66% menjadi Rp5.000 per kg pada kuartal III tahun ini.
PT Andira Agro Tbk (ANDI) mengalami penurunan penjualan sepanjang semester I tahun ini.
Hingga saat ini belum semua perusahaan perkebunan kelapa sawit mendapatkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).