Pencegahan HIV/AIDS di Tempat Kerja Jadi Tantangan Berat Negara ASEAN
Pencegahan penyakit menular HIV/AIDS di lingkungan tempat kerja masih menjadi tantangan berat bagi sejumlah negara ASEAN kata pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Tag
Pencegahan penyakit menular HIV/AIDS di lingkungan tempat kerja masih menjadi tantangan berat bagi sejumlah negara ASEAN kata pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Sebelumnya Min Aung Hlaing juga dikecualikan dalam KTT ASEAN akhir Oktober lalu, karena kegagalan junta menjalankan konsensus yang telah disepakati para pemimpin ASEAN untuk membantu penyelesaian krisis politik di Myanmar
Para pemimpin negara-negara anggota ASEAN menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Australia dalam meningkatkan keamanan vaksin di kawasan, dan menyerukan kerja sama yang lebih dalam di sektor kesehatan publik, dan sejumlah sektor kunci lain dalam KTT ASEAN dan Australia yang pertama.
ASEAN dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sama-sama mengecam Myanmar pada Selasa (26/10), ketika KTT ASEAN dibuka tanpa diikuti Myanmar setelah pemimpin junta negara itu ditolak kehadirannya karena tidak menjalankan rencana perdamaian yang telah disepakati.
Konferensi tingkat tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara mulai berlangsung pada Selasa tanpa dihadiri perwakilan dari Myanmar, setelah pemimpin junta militer negara itu dikucilkan ASEAN karena tidak menjalankan kesepakatan perdamaian.
Pemerintah militer Myanmar mengatakan pada Jumat mereka menolak keputusan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara yang mengecualikan pemimpin junta dari pertemuan puncak?sekawasan dan hanya?mengundang tokoh non-politik Myanmar.
Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tom Andrews via Twitter menyambut baik pembebasan tersebut, namun mengatakan penahanan tersebut dari awal merupakan tindakan yang "keterlaluan"
Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), yang telah dilarang oleh militer, mengatakan bahwa tokoh non-politik tidak boleh dari perwakilan militer yang menyamar
Zaw Min Tun mengatakan kepada kantor berita BBC bahwa Amerika Serikat dan perwakilan Uni Eropa (EU) telah menekan para pemimpin lain dari 10 anggota ASEAN untuk mengecualikan pemimpin junta dalam KTT
Myanmar terjebak dalam kelumpuhan politik dan ekonomi sejak kudeta 1 Februari, yang memicu tumpahan amarah dan protes yang belum mereda. Sejumlah warga sipil membentuk milisi untuk menghadapi militer yang berkuasa
Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah,?mengatakan ASEAN dan mitranya bisa memiliki posisi tawar menghadapi tantangan di Laut China Selatan (LCS) ketika berkaca pada besarnya potensi ekonomi yang dimiliki.
Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam Erywan Yusof, yang ditunjuk oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menjadi utusan khusus untuk Myanmar, mengatakan ia harus diberi akses penuh ke semua pihak ketika mengunjungi negara yang dilanda perselisihan itu.
Inggris berharap dapat semakin memperkuat kerja sama dengan ASEAN dalam berbagai isu seperti perdagangan, investasi, perubahan iklim, lingkungan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan pendidikan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan penanganan pandemi COVID-19 menjadi salah satu fokus utama negara-negara se-Asia Tenggara atau ASEAN berdasarkan hasil pertemuan ke-79 ASEAN Committee on Science, Technology and Innovation (COSTI).
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan strategi Indonesia dalam menghadapi perkembangan dan tantangan, serta perspektif Indonesia pada peningkatan kerja sama ASEAN-Eurasian Economic Union (Rusia, Armenia, Belarus, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan).
Junta Myanmar, yang menghadapi protes nasional atas kudeta yang mereka lancarkan untuk menggulingkan pemerintah terpilih tiga bulan lalu, menyatakan tidak akan menyetujui kunjungan utusan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sampai dapat membangun stabilitas di negara itu.
Praktisi Hukum Internasional Hikmahanto Juwana mendorong ?Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) segera menunjuk utusan khusus ?menjadi mediator antara dua pihak yang berseteru di Myanmar, dalam respons terhadap Konsensus Lima Poin yang dihasilkan dalam pertemuan para pemimpin ASEAN.
Orang-orang di Myanmar pada Minggu mengkritik kesepakatan antara kepala junta negara itu dan para pemimpin Asia Tenggara untuk mengakhiri krisis negara yang dilanda kekerasan tersebut, seraya mengatakan kesepakatan itu gagal memulihkan demokrasi dan meminta pertanggungjawaban tentara atas ratusan kematian warga sipil.
Perwakilan Indonesia di Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Antar-Pemerintah ASEAN (AICHR), Yuyun Wahyuningrum, mengatakan pihaknya menyambut baik kesepakatan negara-negara ASEAN yang dicapai melalui konsensus, terutama pada tiga poin yang diusulkan oleh Indonesia.
Pemerintah tandingan?Myanmar, National Unity Government (NUG), akhirnya merespon hasil KTT ASEAN yang berujung pada lima poin konsensus. Dikutip dari situs Radio Free Asia, NUG mengapresiasi hasil KTT ASEAN dan menyebutnya sebagai kabar yang menggembirakan.