3 Bandara di Kalteng Akan Tambah Armada Pesawat
Banyaknya masyarakat yang meminati fasilitas udara menggunakan pesawat mendapat perhatian pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Juma't (9/11/2018).
Tag
Banyaknya masyarakat yang meminati fasilitas udara menggunakan pesawat mendapat perhatian pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Juma't (9/11/2018).
Bupati Barito Selatan (Barsel) Edy Raya Samsuri ingin melakukan perbaikan infrastruktur Bandara Sanggu agar tidak hanya pesawat jenis Susi Air saja yang bisa mendarat, tetap juga pesawat berbobot lebih besar.
Dengan naik kelasnya bandara maka akan berpengaruh terhadap peningkatan disemua sektor di Kotim
Otoritas Bandara Kuala Pembuang menggelar rapat pemaparan kembali, terkait rencana induk pengembangan bandara bersama Pemkab Seruyan, Rabu (3/10/2018).
Anggota Komite III DPD RI meyakini semua persoalan ibadah haji di Kalimantan Tengah bisa teratasi jika Bandara Tjilik Riwut bersandard internasional.
Sejumlah persiapan sudah dimulai untuk pembangunan Bandara Iskandar Pangkalan Bun
Imbauan Sugianto tersebut menyindir Pemkab Lamandau yang menurut informasi akan mendirikan bandara.
Bupati Seruyan Sudarsono menyatakan keyakinannya bahwa Bandara Kapten Mulyono dan Pelabuhan Segintung merupakan harapan masa depan bagi masyarakat di kabupaten ini.
Warga berharap, keberadaan terminal baru bandara itu dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan meresmikan penggantian nama Bandar Udara (Bandara) Kuala Pembuang menjadi Bandar Udara Kapten Mulyono.
Landasan pacu Bandara Sanggu Buntok kurang lebih 800 meter dan akan diperpanjang sekitar 600 meter lagi sehingga total panjangnya menjadi 1.400 meter.
Pengembangan bandara Tjilik Riwut Palangka Raya membuat SDN 4 Panarung harus rela direlokasi. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menganggarkan Rp4 Miliar hingga Rp5 Miliar untuk relokasi sekolah ini.
Dinas Pendidikan Palangka Raya mendapatkan lahan di kawasan Bangaris, Kelurahan Tanjung Pinang. Bahkan proses lelang pun sudah selesai.
Dulu sekitar tahun 2000 hingga 2010 Bandara Tumbang Samba menjadi andalan warga bagian hulu atau utara Katingan sebagai sarana transportasi udara andalan menuju Palangka Raya. Namun, tahun 2015 bandara ini tutup total, tidak ada penerbangan alias tidak operasi lagi.
Ruang VIP bandara serta terminal penumpang yang ada saat ini akan dirombak dan dibangun lagi sampai ke bagian belakang.
Pihak maskapai memberikan kompensasi kepada penumpang akibat keterlambatan jadwal terbang ini
Setahap demi setahap pembangunan Bandar Udara (Bandara) Tira Tangka Balang Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya (Mura) terus dilanjutkan realisasinya oleh Pemerintah setempat. Di mana koordinasi terus dilakukan dengan Kementerian Perhhubungan RI.
"Ada sekitar 1.300 korek api gas yang kami musnahkan. Itu hasil sitaan selama tiga bulan terkahir," kata Kepala Bandara H Asan Sampit Zuber.
Personel pengamanan bandara dari kepolisian pun akan ditambah menjadi tujuh orang. Sebelumnya, hanya ditempatkan dua petugas kepolisian di bandara.
BORNEONEWS, Palangka Raya – Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub RI, Agus Santoso mengatakan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya memiliki tingkat pertumbuhan penumpang tertinggi di…