Banjir di Kotim Meluas Hingga 8 Kecamatan
Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini kembali meluas hingga 8 kecamatan. Hal itu terjadi, karena intensitas hujan masih tinggi.?
Tag
Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini kembali meluas hingga 8 kecamatan. Hal itu terjadi, karena intensitas hujan masih tinggi.?
Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur mendorong agar? pemerintah daerah segera melakukan normalisasi drainase dan anak sungai untuk mencegah banjir di Kota Sampit.?
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Tumbang Penyahuan di Kecamatan Bukit Santuai, kembali terganggu. Pasalnya, banjir kembali merendam bangunan puskesmas dan sekitarnya.?
BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, masih memantau banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di kabupaten itu. Hingga saat ini sudah ada 3 kecamatan…
Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kotawaringin Timur, kembali teredam banjir, Senin, 4 Oktober 2021. Padahal banjir di wilayah itu belum sampai? sebulan surut.
Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah menyarankan kepada pemerintah daerah untuk melakukan kajian bencana di Kotim, salah satunya banjir.
Sementara desa lainnya yang sebelumnya kebanjiran dipastikan Irawati sudah surut, termasuk wilayah Desa Muara Ubar, Kecamatan Telawang, lokasi terbaru yang mengalami banjir, itupun juga sudah surut
PMI Kotim juga menyalurkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako. Bantuan ini didapat dari penggalangan yang dilakukan oleh PMI Kotim
Banjir di di Kecamatan Kota Besi, sudah mulai surut. Terutama di wilayah terparah terdampak banjir yakni Desa Hajalipan, kondisinya cukup melegakan.
Pelaksana Tugas Camat Mentaya Hulu, Asyari memastikan, kondisi banjir di kecamatan tersebut sudah surut. Namun ada beberapa kendala yang dialami ketika menyalurkan bantuan ke sejumlah desa.?
Sudah lebih dua pekan ini banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Kota Besi. Bahkan hingga saat ini banjir masih merendam 5 desa di kecamatan tersebut.?
Camat Kota Besi, Ninuk Muji Rahayu mengatakan, banjir di sejumlah desa di wilayah itu sudah mulai surut. Hanya ketinggian air di Desa Hanjalipan yang belum menunjukkan pengurangan signifikan.?
Selain karena curah hujan yang tinggi dan berbarengan dengan pasangnya air Sungai Mentaya, penyebab banjir di dalam Kota Sampit, juga disinyalir terjadi karena buruknya aliran drainase.?
Salah satu komunitas sepeda motor trail di Sampit, Kotawaringin Timur, punya cara tersendiri membantu warga yang terdampak banjir. Mereka sukarela memperbaiki sepeda motor milik warga yang mogok saat melintas di kawasan banjir.?
Banjir di wilayah Utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hampir setiap tahun terjadi. Hal itu membuat Bupati Halikinnor, mengharapkan agar masyarakat mulai berpikir untuk pindah rumah ke dataran yang lebih tinggi.?
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran, berkomitmen untuk melakukan upaya penanggulangan secara cepat pasca banjir di wilayah setempat.
Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali meluas hingga 7 kecamatan di daerah ini. Hal itu terjadi karena dalam beberapa hari terakhir, hujan deras masih melanda.?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur menilai warga terdampak banjir di Kotawaringin Timur saat ini belum memerlukan tempat pengungsian maupun dapur umum.?
Ketinggian air di wilayah Utara sebelumnya 1,5 meter kali ini sudah mulai berkurang. Sedangkan di Desa Hanjalipan, ketinggian air paling parah mencapai 2 meter