BPDP Dorong Keberlanjutan Industri Sawit Lewat ITTIE 2025
Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus memperkuat komitmennya dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing industri kelapa sawit nasional.
Tag
Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus memperkuat komitmennya dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing industri kelapa sawit nasional.
Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan bahwa industri sawit Indonesia memiliki kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 201U2030. Menurutnya, sawit bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga instrumen pembangunan yang menyentuh tiga dimensi utama SDGs: ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menyelenggarakan Workshop Penyaluran Dana Pola Kemitraan bersama para pemangku kepentingan perkebunan kelapa di Provinsi Sulawesi Utara.
Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan dan pemberdayaan pelaku usaha kelapa sawit skala kecil dan menengah melalui peluncuran Katalog 100 Produk UKMK Kelapa Sawit edisi kedua.
Setelah sesi penandatanganan kerja sama, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP melanjutkan kegiatan dengan bimbingan teknis yang disampaikan oleh Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar.
Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bekerja sama dengan Asosiasi Inventor Indonesia atau AII dalam mempromosikan hasil riset dari Program Grant Riset Sawit atau GRS BPDP.
Kelapa sawit tidak hanya memberikan nilai tambah di sektor agribisnis, tetapi juga membuka peluang besar bagi inovasi industri
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau PKS 3 pihak untuk Penyaluran Dana Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR Gelombang IV Tahun 2025.
Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, yang berada di bawah Kementerian Keuangan, melaksanakan program strategis untuk meningkatkan kompetensi generasi muda.
Selain sawit, pemerintah turut fokus pada hilirisasi di sektor unggulan lainnya seperti nikel, tembaga, bauksit, dan petrokimia
Ketua Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menyatakan pentingnya tata kelola kelembagaan yang baik serta dukungan sumber daya manusia atau SDM yang kompeten untuk pengelolaan perkebunan rakyat.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.
PSR bertujuan membantu pekebun rakyat memperbarui perkebunan mereka dengan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan berkualitas, sekaligus mengurangi risiko pembukaan lahan ilegal
Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP berkomitmen mendukung kesejahteraan petani sawit rakyat serta masyarakat di sekitar perkebunan melalui berbagai program strategis.
Saat ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP Kelapa Sawit sedang melakukan seleksi calon lembaga pendidikan baru untuk program Sumber Daya Manusia atau SDM Perkebunan Kelapa Sawit tahun 2025. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program beasiswa di masa mendatang. Program ini bertujuan untuk mendukung pengembangan SDM di sektor kelapa sawit Indonesia.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrachman, menyampaikan bahwa pada tahun 2025, BPDP menargetkan 27.000 peserta untuk program pengembangan SDM perkebunan. Rincian target tersebut mencakup 4.000 penerima beasiswa, 15.000 peserta pelatihan kelapa sawit, 3.000 peserta pelatihan perkebunan kakao, dan 5.000 peserta pelatihan perkebunan kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikannya pula dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP memperkuat strategi promosi sawit Indonesia melalui berbagai kegiatan internasional.
Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus berkomitmen untuk meningkatkan citra nilai komoditas kelapa sawit dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan.
Selama ini berkembang persepsi bahwa mengonsumsi minyak sawit dapat menyebabkan kolesterol dan berbahaya bagi tubuh manusia. Padahal, asumsi ini hanyalah mitos belaka dan tidak berdasar pada fakta yang objektif.
Pengimplementasian berbagai instrumen kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan hilirisasi minyak sawit melalui tiga jalur hilirisasi sawit tersebut telah berhasil membawa perubahan besar pada komposisi ekspor minyak sawit Indonesia.