Waspadai Buaya di Sungai Kahayan
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai atas munculnya buaya di Sungai Kahayan, kawasan Pelabuhan Rambang, Palangka Raya pada Minggu (22/7/2018).
Tag
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai atas munculnya buaya di Sungai Kahayan, kawasan Pelabuhan Rambang, Palangka Raya pada Minggu (22/7/2018).
Buaya menampakan diri di Sungai Kahayan, tepatnya di kawasan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Dalam lima tahun terakhir, sudah ada 17 korban keganasan buaya. Dan enam orang di antaranya tewas, yang bahkan jasadnya ada yang tidak ditemukan hingga saat ini.
Teror buaya di Sungai Mentaya semakin meresahkan warga. Terlebih buaya penyerang warga hingga kini masih belum tertangkap. Camat Pulau Hanaut, Eddy Mashami mendesak instansi terkait agar dapat segera membantu untuk menuntaskan permasalahan yang menghantui warga itu
Teror buaya menghantui masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah, terutama yang tinggal di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Buaya muara memang dikenal sangat ganas dan berbahaya jika dibandingkan dengan buaya sapit. Karena buaya jenis tersebut yang paling banyak menyerang manusia. Bahkan, banyak yang tewas akibat serangan hewan ganas tersebut.
Akibat terkaman buaya tersebut, korban mengalami luka di bagian kaki kanannya. Saat ini korban masih dirawat di puskesmas daerah tersebut.
Dengan umpan ikan gabus, Iyul malah mendapatkan buaya muara berukuran 1,5 meter.
"Dugaan sementara buaya masih banyak terdapat di dua sungai di Seruyan, yakni Sungai Pukun dan Sungai Kalua," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Rabu (6/6/2018).
Kemungkinan besar buaya tersebut tidak hanya satu ekor, dan diduga ada habitat buaya di sana.
Buaya yang kerap muncul di Sungai Jelai akhir-akhir ini dipercaya peliharaan nenek moyang. Konon kabarnya buaya tersebut akan menampakkan diri setiap setahun sekali.
Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Jelai, Sukamara, tampaknya harus berhati-hati karena akhir-akhir ini dikabarkan sejumlah buaya kerap muncul di sungai tersebut.
Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Tanjung Puting pada Selasa (5/6/2018) hari ini, akan melakukan pengecekan terkait kemunculan buaya di area perkebunan kelapa sawit, anak Sungai Pakun, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.
Buaya itu muncul di salah satu parit di lokasi yang menjadi tempat pemancingan warga. Tanpa mereka duga saat asyik memancing muncul seekor buaya.
Camat Pulau Hanaut, Eddy Mashami mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati saat berada di sekitar Sungai Mentaya
Dua satwa dilindungi yaitu orangutan dan buaya, kembali diterima oleh Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun dari warga Seruyan, Senin (15/5/2018).
Selama ini tidak pernah terdengar ada buaya di wilayah Petuk Katimpun
Memang, akhir-akhir ini, kemunculan buaya hingga menyerang warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) acap kali terdengar. Bahkan tidak sedikit sudah warga yang mendapat serangan sang predator ganas itu.
Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Kalteng berencana menggelar sayembara pawang buaya, dan menjanjikan hadiah yang menggiurkan.
BKSDA sudah beberapa kali memasang pancing di Sungai Lemiring. Namun belum ada buaya yang berhasil ditangkap.