DPRD Palangka Raya Minta Pemko Berikan Peringatan Dini Cacar Monyet
Anggota DPRD Kota Palangka Raya Sigit Widodo mendesak pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan untuk gencar memberikan peringatan dini terkait penyakit cacar monyet.
Tag
Anggota DPRD Kota Palangka Raya Sigit Widodo mendesak pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan untuk gencar memberikan peringatan dini terkait penyakit cacar monyet.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat cegah penularan virus monkeypox atau cacar monyet.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul mengatakan bahwa kasus cacar monyet belum masuk KE Kalteng/?
Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa transmisi penularan penyakit cacar monyet (Monkeypox) bukan lagi berasal dari hewan ke manusia melainkan antarmanusia.
Pakar penyakit menular di University of California, Davis Medical Center, Sarah Waldman, MD mengatakan infeksi cacar monyet dapat dimulai lebih cepat daripada yang disadari orang terinfeksi.
Dia menambahkan penyakit cacar monyet memiliki masa inkubasi selama 21-28 hari dan biasanya pasien akan sembuh dengan sendirinya selama pasien tidak memiliki komorbid atau menderita infeksi tambahan.
Syahril mengatakan Kementerian Kesehatan sudah memberikan pedoman penanganan kasus cacar monyet kepada seluruh dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas di seluruh Indonesia.
Pasca ditemukan-nya pasien terkonfirmasi cacar monyet ini, pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pelacakan kontak erat terhadap pasien tersebut.
Pemerintah terus mengikuti dan memantau perkembangan penyakit cacar monyet atau?monkeypoy?yang sudah menyebar di banyak negara termasuk negara-negara di kawasan Asia.
Lurah Panarung, Evi Kahayanti menyampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada apabila ada indikasi terkait penyakit cacar monyet.
Wakil Ketua II Komisi C DPRD Palangka Raya, Arthur Apriossi Tuwan mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan penyakit cacar monyet atau Monkeypox.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) meminta negara-negara di kawasan Asia Tenggara memperkuat sistem pengawasan terhadap penyakit cacar monyet atau?monkeypox?yang mulai mewabah dan menjadi perhatian internasional.
Mantan Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan saat ini perlu kewaspadaan nasional terhadap penularan penyakit monkey pox atau cacar monyet.
Otoritas Nigeria memastikan kemunculan 21 kasus cacar monyet sejak awal tahun ini dan satu pasien dilaporkan meninggal, kata badan pengendalian penyakit Nigeria (NCDC) pada Minggu (29/5) malam.
Kementerian Kesehatan Argentina dalam pernyataannya mengonfirmasi dua kasus pertama cacar monyet di Amerika Latin, Jumat (27/5).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara agar segera mengambil langkah untuk membendung penyebaran cacar monyet dan berbagi data tentang stok vaksin mereka.
Otoritas kesehatan di Spanyol melaporkan 23 kasus baru cacar monyet, terutama di wilayah Madrid di mana sebagian besar infeksi terkait dengan wabah di sauna dewasa.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Jumat menyatakan telah mendeteksi 11 kasus baru cacar monyet, menjadikan total infeksi yang dikonfirmasi di negara itu menjadi 20 kasus.
Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyikapi cacar monyet dan penyakit lainnya yang berasal dari luar wilayah
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul menegaskan tidak ada wabah cacar monyet terjadi di Indonesia termasuk Kalteng.