Waspada Membeli Daging Babi di Tengah Serangan ASF
Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono meminta masyarakat untuk waspada dalam membeli daging babi yang telah dijual secara bebas saat ini.
Tag
Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono meminta masyarakat untuk waspada dalam membeli daging babi yang telah dijual secara bebas saat ini.
Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kota Palangka Raya?drh Eko Hari Yuwono mengakui adanya persaingan harga yang terjadi untuk penjualan daging babi di Kota Cantik.
Meski harga daging babi saat ini turun dari Rp120.000 per Kg menjadi Rp100.000 per Kg, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah, drh Eko Hari Yuwono mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan pangan yang akan dikonsumsi.
Menjelang Tahun Baru Cina atau Imlek 2024 yang akan jatuh para 10 Februari 2024 mendatang, harga daging babi di Palangka Raya turun. Kondisi ini menggembirakan bagi sebagian orang.
Murahnya harga daging babi di pasaran saat ini menjadi dua mata pisau bagi masyarakat luas sebagai pembeli, dengan para peternak babi yang dihantui penyakit ASF.
Dugaan terkait banyaknya peternak babi yang telah menjual ternaknya lantaran banyaknya stok daging babi, mencuat. Para pedagang daging babi di pasar-pasar tradisional mengaku senang karena tidak sulit mendapatkan daging babi untuk dijual. Tentu saja pembeli juga senang karena bisa mendapatkan daging babi dengan harga yang lebih murah dibanding sebelumnya.
Desember 2023?yang lalu, komoditi daging babi menyumbang deflasi bagi Kalimantan Tengah lantaran mengalami penurunan harga.
Sejumlah peternak babi Palangka Raya menyatakan penolakan terhadap adanya rencana pengusaha yang ingin memasukkan 5.000 ekor babi potong dari luar Kalimantan Tengah.
Protes dari beberapa peternak dan pemotong babi di Palangka Raya ditanggapi bijak oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya dengan berencana membatasi pemasok atau pasokan babi dari luar daerah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa saat ini harga daging babi ini masih mahal.
Keberadaan media sosial memberikan dampak yang positif bagi para pelaku usaha. Hal ini juga dimanfaatkan oleh salah seorang penjual daging babi beralamat di Jalan Beliang Induk Kota Palangka Raya, biasa disapa Indu Peji untuk pemasaran dagangannya.
Meskipun permintaan sedikit meningkat,tidak ada kenaikan harga yang menyusul momen ini.