Penyebab Nenek Tewas di Manduhara Diduga Sakit
Penyebab tewasnya nenek bernama Sulastri (62) di sebuah barak kawasan Jalan Manduhara, Palangka Raya pada Sabtu (20/4/2019) diduga karena sakit.
Tag
Penyebab tewasnya nenek bernama Sulastri (62) di sebuah barak kawasan Jalan Manduhara, Palangka Raya pada Sabtu (20/4/2019) diduga karena sakit.
Nenek berusia 62 tahun, Sulastri, yang ditemukan tewas di barak di bilangan Manduhara Palangka Raya ternyata tinggal sebatang kara.
Seorang nenek berusia 62 tahun yang tinggal di sebuah barak berkonstruksi kayu, Jalan Manduhara, Palangka Raya ditemukan tewas pada Sabtu (20/4/2019).
Korban memiliki anak angkat yang bernama Robianto yang tinggal di Desa Sumber Makmur
Korban warga Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu,
Meninggalnya pria tua ini pertama kali diketahui pukul 06.30 WIB. Saat itu warga tidak ada yang berani mendekat
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh AS (37) warga Jalan Juanda yang ditemukan tewas pada Jumat (29/3/2019) siang.
Almarhum ditemukan tergeletak tewas di bagian dapur oleh ayah dan adiknya yang ketika itu hendak mengantar makanan.
Korban tewas di ruang dapur dalam posisi mengenakan pakaian kaos putih bercelana panjang/
Fakta ini diketahui setelah tim dokter forensik bersama aparat kepolisian melakukan visum di ruang Kamboja RSUD dr Doris Sylvanus
Dari identitasnya, korban bernama Edaliani Edyta (41). Warga setempat biasanya mengenal dengan nama panggilan Bela.
Pada awalnya korban pamit dengan istrinya yang bernama Manisah untuk pergi mencari ikan dengan membawa alat setrum.
Pria yang ditemukan tewas di dalam parit perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Teguh Sempurna, Divisi 1 Pemantang Estate, Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga tersentrum.
Heri Purwanto, warga Gang 05, Jalan Pahlawan, RT 004, RX 001, Desa Talio Muara, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa oleh rekan kerjanya, Senin (21/1/2019).
Tiga hari sebelum kejadian, korban pernah mengeluh rasa sakit di bagian dada. Korban juga sempat meminta anaknya untuk membelikan obat.
Korban waktu itu olahraga jalan pagi sekitar pukul 05.10 WIB. Sekitar pukul 05.30 WIB korban jatuh di pinggir jalan.
Saat terkena serangan jantung diduga korban tidak sadarkan diri dan terjatuh hingga bagian kepalanya terbentur mengenai lantai kapal
Kesimpulannya, korban meninggal akibat serangan jantung. Saat terserang penyakit, korban terjatuh hingga kepala dan wajah terbentur ke lantai kapal
ibagian wajah sebelah kiri warga Kalimas Baru RT 02 RW 06, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur itu juga ditemukan adanya garis asimetris
ABK KM Senja Papua yang bernama Yulianus Tanarubun ditemukan tewas di bawah tangga bagian loker kapal.