Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Murung Raya, Ini Penjelasan Pemerintah
Dinas Perdagangan Perindutrian Dan Koperasi (Disperindagkop) Murung Raya mengatakan, kelangkaan elpiji 3 kg di wilayah ini karena berkurangnya suplai ke Puruk Cahu.
Tag
Dinas Perdagangan Perindutrian Dan Koperasi (Disperindagkop) Murung Raya mengatakan, kelangkaan elpiji 3 kg di wilayah ini karena berkurangnya suplai ke Puruk Cahu.
Elpiji 3 kg di Kasongan Kabupaten Katingan sulit didapat. Meski ada warung atau kios yang menjual, namun harganya sudah mahal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Yulianus H Umar mengingatkan bahwa elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) diperuntukan bagi warga kurang mampu.
Bupati Barito Utara H Nadalsyah menegaskan bahwa elpiji 3 kg merupakan gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
Bupati Barito Utarb H Nadalsyah menjelaskan masyarakat terkait langka dan naiknya harga elpiji 3 kg di pasaran. Bupati mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap tenang.
Harga elpiji 3 Kg yang semakin tinggi membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdgrin) Barito Utara rapat membahas kelangkaan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan terhadap barang subsidi tersebut.
Saat ini untuk wilayah kota Tamiang Layang dan sekitarnya banyak masyarakat mengeluhkan keterbatasan pengganti minyak tanah tersebut
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdgrin) Barito Utara turun ke lapangan mencari penyebab kelangkaan dan mahalanya harga elpiji 3 kg.
Mustafa mengatakan, berdasarkan informasj yang diterimanya, harga elpiji bersubsidi saat ini ada yang menjual Rp 50.000 - 55.000 per tabungnya.
Diduga ada permainan harga elpiji 3 kg yang merupakan gas bersubsidi untuk warga miskin di Barito Utara. Karena harga elpiji 3 kg di masyarakat sangat mahal.
BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) meminta pangkalan selektif menjual elpiji 3 kg. Agar tepat sasaran pangkalan ditekankan meminta surat keterangan tidak mampu dari pembeli elpiji…
Supian Hadi meminta seluruh masyarakat yang tergolong mampu agat tidak membeli elpiji bersubsidi. Karena diperuntukan bagi warga kurang mampu yang memiliki penghasilan di bawah Rp 1,5 juta.
Kehadiran para pemilik pangkalan elpiji ini guna turut menyampaikan aspirasi soal rencana penetapan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg di tingkat pangkalan.
Sejumlah pihak turut hadir pada rapat kali ini, misalnya Kasatreskrim Polres Katingan AKP Edia Sutaata, Asisten II Ahmad Rubama, Asisten III Alpianoor dan para camat se Katingan
Tingginya harga gas elpiji 3 kilogram di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, disebabkan minimnya pasokan dari distributor.
Gas elpiji bersubsidi atau 3 kilogram kembali langka di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Meski ada, harganya melambung tinggi. Kondisi ini membuat resah masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur Markati menyesalkan adanya keluhan masyarakat perihal gal elpiji 3 kilogram langka. Sehingga untuk mendapatkannya harus dengan antre panjang.
Gubernur menginstruksikan para kepala daerah untuk melakukan pengawasan pendistribusian elpiji 3 kilogram bersubsidi,
Pangkalan elpiji menjual gas bersubsidi 3 kg itu sesuai HET, hanya saja untuk warung pengecer menjual dengan harga Rp25 ribu per tabung.
Terdakwa kasus pengangkutan elpiji ilegal, RP merasa keberatan karena hanya dirinya yang ditangkap dan diadili. Dia pun berencana menuntut balik.