Awan Panas Merapi Capai 2.000 Meter
Selain mengevakuasi warga ke titik kumpul, BPBD Sleman juga mengerahkan armada dan sumberdaya BPBD dan instansi terkait serta relawan untuk membantu proses evakuasi
Tag
Selain mengevakuasi warga ke titik kumpul, BPBD Sleman juga mengerahkan armada dan sumberdaya BPBD dan instansi terkait serta relawan untuk membantu proses evakuasi
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (26/1) pagi mengeluarkan awan panas guguran satu kali dengan jarak luncur maksimum sejauh 1.000 meter ke hulu Kali Krasak dan Boyong.
Asap kawah tebal berwarna putih dengan intensitas sedang setinggi 50 meter di atas puncak kawah teramati selama pengamatan
Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada Minggu pukul 00.00-06.00 WIB, guguran lava pijar Merapi meluncur ke arah barat daya.
BORNEONEWS, Yogyakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan adanya hujan abu tipis di sejumlah dusun yang berada di sisi timur Gunung Merapi…
Hasil pemantauan Gunung Merapi terakhir akhir pekan ini menunjukkan adanya temuan dua kubah lava di bagian tengah dan barat daya. Namun BPPTKG mensinyalir sebenarnya dua kubah itu satu kesatuan yang saat ini belum berkembang dan bisa diukur volumenya secara pasti.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan empat kali guguran lava pijar ke arah hulu Kali Krasak pada Sabtu (9/1) malam.
BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat letusan Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis pagi mengeluarkan awan panas guguran pertama dengan tinggi kolom asap 200 meter dari puncak.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan sembilan kali guguran lava pijar pada Kamis, dengan jarak luncur maksimum 500 meter.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan aktivitas Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih tinggi berdasarkan pengamatan sepekan sehingga belum ada perubahan status.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan suara guguran terdengar sebanyak enam kali dari Gunung Merapi berdasarkan periode pengamatan pada Kamis (24/12) mulai pukul 00.00 WIB sampai 24.00 WIB.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi mengalami 38 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Minggu (20/12) mulai pukul 00.00-24.00 WIB.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi mengalami 24 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Rabu (9/12) mulai pukul 00.00-24.00 WIB.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi mengalami 47 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Minggu (6/12) mulai pukul 00:00-24:00 WIB.
Untuk wilayah barat daya, ada beberapa material yang berada di lereng Merapi mengarah ke hulu Kali Boyong dan Kali Krasak, sedangkan untuk sisi tenggara di hulu Kali Gendol terlihat ada longsoran material baru. Perkiraan sementara longsoran tersebut berasal dari bukaan kawah di dinding sebelah barat.
Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyiapkan tenda-tenda khusus yang diberi sekat untuk mengantisipasi dan menampung pengungsi apabila terjadi letusan Gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan suara guguran terdengar sebanyak tiga kali dari Gunung Merapi berdasarkan periode pengamatan pada Rabu (18/11) pukul 00:00 sampai 06:00 WIB.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami 19 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Jumat (13/11) mulai pukul 00:00-06:00 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.000 warga telah dievakuasi ke empat kabupaten, setelah terus meningkatnya aktivitas Gunung Merapi.