Perang Dagang AS Vs China Bakal Pengaruhi CPO
Di tengah gonjang-ganjing perseteruan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China dengan saling menerapkan tarif terhadap sejumlah komoditas, dinilai akan mempengaruhi perekonomian dunia.
Tag
Di tengah gonjang-ganjing perseteruan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China dengan saling menerapkan tarif terhadap sejumlah komoditas, dinilai akan mempengaruhi perekonomian dunia.
Seperti perusahaan perkebunan sawit lainnya, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) juga dibayangi pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) yang terjadi belakangan ini.
Pada perdagangan Selasa (3/4/2018), harga minyak sawit berpeluang melanjutkan penguatan seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
PT Monex Investindo Futures menyatakan ada kecenderungan perbaikan harga minyak sawit mentah (CPO) akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.
Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Rabu (28/3/2018) karena sentimen negatif dari dua faktor.
Harga minyak sawit mentah (CPO) acuan untuk kontrak Juni diperkirakan kembali melemah, Selasa (27/3/2018), setelah kemarin ditutup menguat.
Setelah sempat tertekan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka mulai menguat awal pekan ini. Apa pendorongnya?
Pada sesi pertama perdagangan Senin (26/3/2018), pergerakan harga CPO sempat berada pada level RM2.417 per ton, di tengah beragamnya sentimen di pasar.
Pada perdagangan sesi pertama Kamis (22/3/2018), pergerakan harga minyak sawit (CPO) sempat berada pada level RM2.438, dan ada peluang penguatan lanjutan.
Kemenangan Indonesia atas Uni Eropa (UE) terkait perselisihan dagang soal biodiesel, telah memberikan sentimen positif terhadap pasar minyak sawit (CPO).
Pada perdagangan Selasa (20/3/2018) terdapat peluang penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka. Namun peluang penguatan itu perlu penembusan harga pada resisten di kisaran RM2.463 (r1), RM2.528 (r2), dan RM2.563 (r3).
Pada perdagangan Senin (19/3/2018) terdapat peluang penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka dengan perlu adanya penembusan harga pada resisten di kisaran RM2.565 (r1), RM2.603 (r2), dan RM2.666 (r3).
Pada perdagangan Jumat (16/3/2018), harga minyak sawit (CPO) menyentuh harga di RM2.434, dengan peluang melanjutkan tren secara teknikal menuju RM2.459.
Pada perdagangan real time saat ini harga CPO menyentuh harga RM2.441 dengan kecenderungan melemah di tengah beragam faktor penggerak harga.
Harga minyak sawit berjangka untuk kontrak Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, Rabu siang (14/3/2018), bergerak di kisaran 2.430 ringgit (US$624,04) per ton, setelah sempat naik ke RM2.433, yang merupakan level tertinggi sejak 8 Maret.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) pada penutupan perdagangan Senin (12/3/2018) ditutup di RM2.381 dengan potensi jual yang masih terus membayangi pada pekan ini. "Di tengah…
Data cadangan minyak sawit Malaysia untuk Februari turun hampir 3% ke level terendah dalam empat bulan menjadi 2,48 juta ton. Seharusnya ini akan menjadi faktor pendorong penguatan.
Harga minyak sawit mentah (CPO) memasuki medio pekan ini mendapat sentimen positif dari turunnya cadangan minyak sawit Malaysia, yang notabene adalah penghasil CPO terbesar kedua dunia.
Seperti disampaikan beberapa pengamat internasional bahwa harga minyak sawit mentah (CPO) akan bergerak rata-rata di kisaran RM2.300 hingga RM2.700 per ton pada 2018, meski setelah semester kedua, atau setelah Ramadan, akan mengalami tekanan turun.
Sejumlah pengamat industri sawit dan analis telah mengungkapkan proyeksi mereka terhadap pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) selama tahun ini, yang rata-rata menunjukkan penurunan.