101 Calon Jamaah Haji Asal Bartim Lakukan Perekaman Paspor
Calon jamaah haji yang melakukan perekaman paspor sebanyak 101 orang dari 179 orang. Sisanya tidak melakukan perekaman karena sudah memiliki paspor.
Tag
Calon jamaah haji yang melakukan perekaman paspor sebanyak 101 orang dari 179 orang. Sisanya tidak melakukan perekaman karena sudah memiliki paspor.
Perekaman biometrik untuk pembuatan paspor calon jamaah haji tersebut rencananya akan dilaksanakan di aula Kantor Kementerian Agama Barito Selatan.
Seharusnya perekaman pembuatan paspor ini pada 13-15 Februari, namun ditunda dan dijadwalkan kembali pada 18-19 Februari 2019.
Sebanyak 152 orang jamaah calon haji Barito Selatan, yang akan diberangkatkan pada 2019, mengikuti tes kebugaran. di depan stadion batuah Buntok, Rabu (13/2/2019).
Manasik Haji, merupakan suatu kesempatan untuk jamaah calon haji Barito Utara dalam rangka memberikan pengetahuan, mengenai tahapan ibadah haji yang baik dan benar.
Kuota yang didapat Sukamara setiap tahunnya tidak lebih dari 30 orang, dan jumlah tertinggi yang pernah berangkat hanya 29 orang.
Jumlah penduduk muslim di Kabupaten Sukamara memang mencapai 80%, namun jumlah penduduknya masih lebih sedikit jika dibanding dengan wilayah lainnya yang jumlah muslimnya hanya mencapai 60%.
Melihat jumlah daftar tunggu dengan kuota yang diterima setiap tahunnya, diperkirakan akan memakan waktu sekitar 21 tahun lamanya hingga seluruh pendaftar sebanyak 715 orang tersebut selesai diberangkatkan haji.
Memperingati Hari Amal Bhakti yang ke 73, Kantor Kemenag Kabupaten Barito Utara menggelar beberapa perlombaan. Salah satunya lomba manasik haji untuk tingkat taman kanak-kanak.
Anggota Komite III DPD RI meyakini semua persoalan ibadah haji di Kalimantan Tengah bisa teratasi jika Bandara Tjilik Riwut bersandard internasional.
Pelaksanaan ibadah haji di Kalimantan Tengah mendapat perhatian dari jajaran DPD RI.
BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Tuaini mengatakan, bahasa Inggris dan Arab penting dikuasi petugas haji. “Harapan kita, petugas haji menguasi bahasa…
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara (Barut) Tuaini Ismail mengatakan pihaknya rutin memantau jamaah haji asal daerah ini, selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.
Bupati Barito Utara Nadalsyah mengharapkan, pendamping haji harus menguasai bahasa, minimal Arab dan Inggris.
Sebanyak 169 Jamaah Haji Kabupaten Barito Utara kembali ke Tanah Air pada 15 September 2018 lalu dengan sehat dan selamat.
"Saya bawa mobil sendiri, juga menyewa pikap. Menyambut orangtua tua kami yang berangkat haji," kata Edi, warga Seruyan.
Adapun jamaah haji Seruyan secara keseluruhan totalnya 13 orang. Namun, saat penyambutan di Kuala Pembuang hanya tersisa enam orang. Pasalnya, tujuh lainnya berpisah dari rombongan setibanya di Sampit, yang langsung dijemput sanak keluarganya.
Setelah menunaikan ibadah haji di Mekkah, Jemaah Haji Kloter 12 Kabupaten Kapuas kembali ke Kota Air dengan selamat pada Senin (17/9/2018) siang.
Sebanyak 9 jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tiba di Kalimantan Tengah (Kalteng) berpisah dari rombongan untuk pulang ke Sampit.
Sebanyak 206 orang jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tergabung pada kloter 11 Kalimantan Tengah (Kalteng), akhirnya tiba di Sampit dalam keadaan selamat.