Kualitas Udara Palangka Raya Tak Sehat, 52 Titik Panas Terpantau di Tiga Kecamatan
Sebaliknya, partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk melaporkan setiap titik api yang terlihat di lingkungannya.
Tag
Sebaliknya, partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk melaporkan setiap titik api yang terlihat di lingkungannya.
Upaya pemadaman di lokasi menghadapi kendala yang cukup berat. Selain minimnya sumber air di sekitar titik kebakaran, akses komunikasi dan sinyal di lokasi kejadian juga sangat terbatas.?
Penanganan melibatkan peran aktif Brigdalkarhut kedua wilayah tersebut, didukung personel TNI dan Polri. Berkat kerja sama yang solid, api berhasil dikendalikan sepenuhnya dan tidak meluas ke area sekitar.
Api dilaporkan menyebar di kawasan yang cukup jauh dari permukiman. Berdasarkan dokumentasi terakhir dari lokasi, cahaya merah dari kobaran api masih terlihat dari kejauhan, menandakan sejumlah titik kebakaran masih aktif hingga malam hari.
kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi sudah menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Anak-anak sekolah dan balita menjadi kelompok yang paling rentan ketika kualitas udara terus memburuk.
BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Jumat, 7 Agustus 2026.…
Kondisi serupa hampir selalu terjadi setiap kali terjadi karhutla. Satwa liar akan mencari lokasi yang lebih aman dengan berpindah ke kebun, ladang hingga mendekati permukiman warga.
BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhut) KPHP Kapuas Tengah Unit XI bersama Brigdalkarhut KPHP Kapuas Hulu berhasil memadamkan kebakaran hutan…
Berdasarkan hasil penyelidikan, pemilik lahan berinisial R diduga lalai saat membersihkan lahan karena sambil merokok dan meletakkan rokok serta korek api di atas ranting dan daun kering pada kondisi cuaca panas sekitar pukul 15.20 WIB.
penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan memerlukan keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji menjelaskan, kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait karhutla di Desa Bawan RT 005?pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan Jalan Lintas Desa Telekung Punei dengan luas lahan terbakar sekitar 0,1 hektare. Lokasi api berada berdekatan dengan permukiman warga sehingga memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kebakaran meluas.
penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga harus mengedepankan langkah pencegahan dari hulu.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima relawan dari warga, kobaran api terlihat telah membakar lahan tepat di belakang deretan rumah. Jarak api dengan bangunan permukiman tampak sangat dekat sehingga meningkatkan risiko kebakaran meluas ke kawasan hunian.
Peristiwa tersebut dengan cepat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan. Sebagian pengendara bahkan menghentikan kendaraannya di tepi jalan untuk melihat kondisi di lokasi, sementara asap terus menyelimuti langit di sekitar area kebakaran.
Lokasi kebakaran merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar. Karakteristik lahan tersebut membuat api berpotensi merambat hingga ke bagian bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.
Di Desa Bintang Ninggi II, tim melakukan pemadaman lanjutan terhadap kebakaran yang sebelumnya telah ditangani. Berdasarkan laporan anggota MPA Trahean yang melakukan pengecekan, di lokasi masih ditemukan kepulan asap, sehingga petugas kembali diterjunkan sekitar pukul 09.58 WIB.
"Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah masih diberlakukan sebagai langkah penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur Satgas Pengendalian Karhutla,"
Kobaran api yang membentang di area lahan menimbulkan cahaya merah terang yang terlihat jelas dari Komplek Perumahan Kompas Residence dan memicu kekhawatiran warga sekitar.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran agar seluruh jajaran bergerak cepat merespons setiap titik api yang terdeteksi.