Tujuh Remaja yang Tawuran Berstatus Pelajar
Tujuh remaja yang terlibat tawuran di kawasan Perumahan Wengga Metropolitan (WMP), Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), masih berstatus pelajar.
Tag
Tujuh remaja yang terlibat tawuran di kawasan Perumahan Wengga Metropolitan (WMP), Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), masih berstatus pelajar.
Setelah berhasil dibubarkan, ternyata mereka kembali terlibat tawuran di tempat lain yakni di Jalan Bukit Raya.
Meski telah dibubarkan, aksi mereka berlanjut di kawasan Perumahan Wengga Metropolitan (WMP), Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).
Mereka yang diamankan tersebut hanya sebagian saja. Sedangkan yang lainnya berhasil kabur ke semak-semak dan jalan kecil lainnya yang berada di kompleks tersebut.
Ke-6 remaja ini diamankan aparat Polsek Katingan Hilir karena kedapatan menghisap lem fox
Memprihatinkan. Enam anak di Kasongan ibu kota Kabupaten Katingan diamankan polisi karena kedapatan tengah pesta lem fox di belakang masjid.
Tanggungjawab untuk mengantisipasi kenakalan pelajar berada di tangan semua elemen. Mulai dari lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, hingga masyarakat.
BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo tidak habis pikir dengan kenakalan remaja di Sampit yang makin menjadi-jadi, bahkan mobil pribadi miliknya harus…
Pihaknya sengaja mengumpulkan para remaja yang sering melakukan balapan liar agar sadar dampak yang mereka timbulkan akibat balapan liar.
Satpol PP akan meningkatkan patroli untuk mencegah berbagai kenakalan remaja atau pemuda.
Ketua remaja di Sampit yang berusia 16 akhirnya divonis penjara selama lima bulan, pelatihan kerja selama 50 hari sehari tidak lebih dari empat jam.
Ketua geng remaja di Sampit berusia 16 terancam hukuman selama 10 bulan penjara, atas kasus pencurian dengan kekerasan yang ia lakukan terhadap remaja lainnya berusia 15.
Korban tidak menduga, tidak lama setelah menegur tiga pelaku langsung mengejar dan memepetnya. Saat hendak melihat tiba-tiba saja ia dibacok.
Jika ada murid yang bermasalah, sekolah jangan mengambil keputusan sepihak dengan mengeluarkan mereka. Pasalnya, secara tidak langsung itu sudah menghancurkan masa depan mereka.
Ada 20 anak berpesta lem dan lonang di sekitar SMP 1 Parenggean dan Tugu Keluarga Berencana.
Adanya tindakan tegas diharapkan remaja nakal jera dan tidak melakukan atau bahkan mengulangi perbuatannya, seperti halnya tawuran antar geng, mabuk zenith, mabuk miras hingga lem.
Selain pesta miras, pelajar itu juga pesta ngelem.
Anak nakal yang dikeluarkan akan lebih banyak menghabiskan waktunya di luar sekolah. Dan rawan melakukan perbuatan negatif lebih banyak.
Remaja yang dibidik yakni yang berpotensi menimbulkan perbuatan negatif. Mereka akan diamankan untuk dibina.
RT dan lurah harus ikut bertanggung jawab, untuk bersama-sama segera mengatasi kenakalan remaja di Sampit.