BBPOM Palangka Raya Uji Bahan Baku Wadai Ipau Penyebab Keracunan Massal
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya mengambil sampel bahan baku wadai ipau diduga sebagai penyebab keracunan massal di Sampit.
Tag
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya mengambil sampel bahan baku wadai ipau diduga sebagai penyebab keracunan massal di Sampit.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya melakukan inspeksi mendadak di Pasar Ramadan Taman Kota Sampit, Sabtu, 1 April 2023.
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengatakan korban keracunan wadai ipau diperkirakan terus bertambah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) akan menanggung biaya perawatan korban keracunan wadai ipau.?
Polres Kotawaringin Timur menyelidiki puluhan warga di wilayah tersebut yang diduga menjadi korban keracunan massal setelah memakan kue ipau khas Ramadan.
Puluhan warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga mengalami keracunan kue ipau khas Ramadan yang dibeli dari pedagang yang berada di Jalan Usman Harun, Sampit.
Puluhan warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikabarkan mengalami keracunan makanan kue ifau yang dibeli di salah satu warung kue di Jalan Usman Harun, Sampit.
Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Rahmad Jainudin telah mengunjungi warga yang terkena musibah keracunan di Handil Rigei, Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, baru-baru ini.
Satreskrim Polres Kapuas telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kejadiaan dugaan keracunan massal warga di Handel Rigei, Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau Petak.
Kejadian yang diduga keracunan massal dikabarkan terjadi di Handel Rigei, Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas.
Sebanyak 102 orang warga Dusun Pangkajene, Desa Pakabba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel*?terdampak keracunan makanan setelah menyantap makanan usai mengikuti takziah di salah satu rumah duka pada desa setempat.
Pihak Pondok Pesantren Nurul Jannah membantah adanya dugaan penyebab keracunan santriwati karena soto basi. Pihak pondok pesantren meyakini, soto yang diberikan kepada satri saat itu layak dikonsumsi.
Jajaran Polsek Ketapang, melakukan pemeriksaan terhadap warga yang memberikan makanan berupa soto kepada santriwati Pondok Pesantren Salafiah Nurul Jannah, hingga diduga menjadi penyebab keracunan massal.
Sebanyak 15 santriwati Pondok Pesantren Salafiah Nurul Jannah, yang sempat dilarikan ke rumah sakit, karena diduga keracunan akhirnya pulang. Sebagian besar dari mereka kondisinya telah membaik.
Pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut. Mereka juga masih mencari tahu siap yang memberikan makanan tersebut
Akibat dari ini 38 santriwati (sebelumnya disebutkan 30 orang) mengalami keracunan dan harus dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit
Pagi hari soto tersebut dipanaskan oleh santri. Kemudian disantap bersama-sama sekitar pukul 07.00. Kemudian sekitar pukul 10.00 para santri mulai menunjukan gejala.
Adanya keracunan ini mulanya diketahui dari salah seorang santri yang merasa sakit perut dan mual. Keracunan para santri ini diduga karena mengonsumsi soto yang diberikan salah satu wali satri pada malam harinya
Keracunan para santri ini diduga karena mengonsumsi soto yang diberikan salah satu wali satri pada malam harinya
Kandungan pada makanan yang menyebabkan keracunan massal pada resepsi pernikahan di Desa Baruyan Kecamatan Raren Batuah, Senin, 32?Mei 2021 lalu hingga saat ini belum diketahui.