Warga Lamandau Jamaah Tabligh Berangkat ke Gowa Jalani 2 Kali Rapid Test, Ini Hasilnya
Adapun pada rapid test yang ke 2 yang telah berlangsung pada Kamis 9 April 2020 dan hasilnya negatif corona
Tag
Adapun pada rapid test yang ke 2 yang telah berlangsung pada Kamis 9 April 2020 dan hasilnya negatif corona
Anggaran yang mencapai Rp 14,919 miliar ini bersumber dari refocusing SOPD jumlahnya Rp 7,9 miliar, sedangkan dari pemotongan dana perjalanan dinas luar daerah Rp 5,9 miliar atau dipotong 20 persen dari total anggarannya
Terjadinya penurunan jumlah ODP dan ODR ini disebabkan berbagai faktor. Salah satunya telah habisnya masa karantina atau isolasi mandiri bagi sejumlah warga yang semula berstatus ODP dan ODR
Kabupaten Lamandau masih tetap masuk zona hijau Covid-19 hingga Selasa 7 April 2020. Ini berarti tidak ada satu pun warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19.
Pembagian ratusan masker ini merupakan bentuk kepedulian antar sesama dalam menyikapi wabah Covid-19 saat ini
Bantuan dari program Golkar peduli itu tidak ada nilainya jika dibanding dengan beban dan kebutuhan yang saat ini dihadapi masyarakat
Pemerintah Kabupaten Lamandau sedang melakukan rapid test bagi warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Tes berlangsung di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Lamandau. Hingga hari kedua, jumlah ODP yang mengikuti rapid test tersebut hanya berjumlah 25 orang.
Pembatalan proyek yang didanai DAK hanya berlaku untuk proyek fisik, tapi tidak untuk DAK bidang kesehatan dan bidang pendidikan
Selain jumlah ODP yang mengalami penambahan juga adalah jumlah warga dengan status orang dalam resiko (ODR) Covid-19. Jika sebelumnya berjumlah 400 orang dan kini menjadi 449 orang
Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Lamandau dimibta untuk tutup sementara.
Hingga Minggu 5 April 2020, tercatat ada 48 warga kabupaten Lamandau berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. 48 orang tersebut tersebar di 6 kecamatan.
Baru ada 6 penginapan di Nanga Bulik yang telah didatangi dan sosialisasi untuk penginapan lainnya dipastikan terus berlanjut du hari berikutnya
Pemerintah kabupaten Lamandau menggelar rapid test virus corona khusus bagi warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Rapid test yang telah dimulai pada Jumat, 3 April 2020 itu akan kembali? dilanjutkan Senin 6 April 2020 besok.
? Masyarakat Kabupaten Lamandau diminta untuk meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Pencegahan hendaklah dilakukan setiap saat tanpa harus menunggu adanya kasus.
Matinya aliran listrik yang terjadi cukup membuat suasana kota Nanga Bulik gelap gulita dan sebagian masyarakat merasa takut dengan deru petir yang terus menggelegar
Selain harus waspada terhadap ancaman penyebaran virus corona atau covid-19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lamandau mengingatkan agar masyarakat juga waspada terhadap adanya potensi bencana lain akibat cuaca ekstrem.
Sugiyarto yang datang dengan membawa makan siang untuk 20 petugas lebih itu?juga memberikan motivasi bagi para petugas agar tetap semangat dan betul-betul menjalankan tugasnya dengan maksimal
Perubahan itu seiring adanya Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang perubahan atas Kepres Nomor 7 Tahun 2020 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019
Data terbaru tentang perkembangan virus corona atau Covid-19 di kabupaten Lamandau menunjukkan bahwa warga dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 21 orang. Sedangkan warga dengan status Orang Dengan Resiko (ODR) civid-19 jumlahnya meningkat menjadi 112.
Sekurangnya ada 9 tenaga kesehatan yang saat ini berkonsentrasi dalam melakukan penanganan terhadap kasus yang berkaitan dengan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Lamandau. Kesembilan tenaga kesehatan tersebut bakal diberi insentif khusus dari Pemkab Lamandau.